Laporkan Masalah

PENGUKURAN POTENSI LIMBAH PEMANENAN KAYU DAN FAKTOR EKSPLOITASI DI PT. SARI BUMI KUSUMA, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

JOKI , Teguh Yuwono, S. Hut., M. Sc.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pemanenan kayu merupakan bagian dari pengelolaan hutan. Salah satu akibat dari kegiatan pemanenan kayu yaitu timbulnya limbah pemanenan. Seringkali limbah diabaikan begitu saja padahal terdapat limbah yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan. Tercatat di Indonesia pada tahun 1980-an limbah kayu hutan produksi sebesar 7,5 juta m3/tahun. Dengan nilai yang sebesar itu, limbah seharusnya dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya limbah pemanenan kayu, mengetahui pengaruh kelerengan dan diameter pohon terhadap besarnya limbah dan menentukan faktor eksploitasi di areal bekas tebangan dari sistem TPTI pada PT. Sari Bumi Kusuma . Untuk mengetahui besarnya limbah pemanenan kayu di petak tebangan, jalan sarad, TPn, jalan angkutan dan TPK/log pond dilakukan perhitungan volume pada setiap sortimen kayu limbah. Perhitungan volume pada tiap sortimen menggunakan pendekatan volume smallian. Untuk mengetahui pengaruh kelerengan dan diameter pohon terhahap besarnya limbah yang ditimbulkan pada kegiatan pemanenan kayu digunakan rancangan faktorial dengan dua faktor dan diuji dengan ANOVA. Sedangkan faktor eksploitasi didapat dari perbandingan antara volume kayu yang dimanfaatkan dengan volume kayu yang diperkirakan dapat dimanfaatkan. Hasil analisis menunjukan bahwa jumlah limbah pemanenan kayu pada petak tebangan sebesar 64,733 m3, terdiri dari 51,647m3 yang layak dimanfaatkan dan 13,086 m3 tidak layak dimanfaatkan. Sedangkan limbah pada kegiatan penyaradan sebesar 0 m3, Limbah di TPn sebesar 168,26 m3 yang terdiri dari 68,69 m3, layak dimanfaatkan dan 99,57 m3 tidak layak dimanfaatkan (rusak berat). Sedangkan limbah kegiatan pengangkutan dan TPK/log pond yaitu sebesar 0 m3 (tidak terjadi limbah). Hasil sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi kelerengan lapangan tidak memberikan pengaruh nyata (tidak signifikan), sebaliknya diameter pohon memberikan pengaruh nyata pada besarnya limbah yang dihasilkan. Besarnya faktor eksploitasi kegiatan pemanenan kayu adalah 0,78, di atas angka faktor ekploitasi yang diterapkan Kementerian LHK R1 sebesar 0,7

Timber harvesting is the part of forest management which causes waste. The waste produced is often ignored, when it is actually having potency to be utilized. In 1980, the waste of timber from production forest reached 7,5 million m3/year, which is a quite big potency to be explored. The measurement of waste potency is important to identify the number of the waste from timber harvesting, the influence of scope and trees diameter towards the number of waste, and to determine the exploitation factor of the timber harvesting in the PT. Sari Bumi Kusuma. In order to identify the number of waste of timber harvesting (TPTJ) in the logging area, the skidding road, TPn, main road, and log pond, the volume of all wood waste sortimens are calculated using the approachment of smallian volume. The influence of scope and trees diameter towards the number of waste caused in the timber harvesting activity is analysed using the factorial design with two factors and tested using ANOVA. The determination of exploitation factor is using the comparison between the volume of utilized timber and the volume of the timber estimated to be utilized. The analysis result shows the number of the waste of timber harvesting in the logging area is 64,733 m3, consists of 51,647 m3 which is feasible to be utilized, and 13,086 m3 which is not feasible. The waste in skidding activity is 0 m3. The waste in TPn is 168,26 m3, consists of 68,69 m3 which is feasible, and 99,57 m3 which is not feasible to be utilized (severely damaged). The waste from transportation activity and log pond is 0 m3 (no waste). The result of the ANOVA test shows that variety of fields slope does not influence (not significant). On the contrary, the trees diameter influences the number of waste produced. The value of exploitation factor of timber harvesting activity is 0,78; which is more than the exploitation factor assigned by Ministry of Forestry and Environment of Indonesia: 0,7

Kata Kunci : pemanenan kayu, limbah, faktor eksploitasi, potensi limbah