Evaluasi Pengelolaan Lingkungan Kegiatan Reklamasi Pantai Tahap Konstruksi di Wilayah Pesisir Teluk Belian, Kota Batam
HASBUCHI RIO ANGGARA, Prof. Ir. Bakti Setiawan, Ma.,Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKota Batam merupakan kota berkembang yang bergerak pesat dalam pembangunannya. Namun memiliki permasalahan terhadap ketersediaan lahan yang terbatas dikarenakan Kota Batam merupakan daerah kepulauan. Oleh karena itu, salah satu intervensi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan kegiatan reklamasi. Kegiatan reklamasi tidak hanya sekedar kegiatan pematangan lahan yang kemudian di atasnya dilakukan pembangunan. Sehingga, diperlukan kajian mengenai pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meminimalisir dampak terhadap lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan reklamasi. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan salah satu instrumen dalam pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan dalam meminimalisir dampak kerugian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-kualitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Metode iini betujuan untuk meningkatkan validitas data yang diperoleh. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive samplingi, dengan memilih beberapa sampel dari responden yang dipilih berdasarkan dari pengetahuan mereka terhadap objek yang diteliti sehingga dapat memberikan informasi yang dibutukan. Hasil dari analisis yaitu menunjukkan bahwa AMDAL tmerupakan sebuah instrumen yang bertujuan untuk meminimalisir timbulnya kerusakan lingkungan namun tidak berjalan dengan semestinya. Hal ini dikerenakan perencanaan pengelolaan lingkungan yang telah tertuang di dalam AMDAL tidak diterapkan sepenuhnya oleh pihak perusahaan. Disamping itu, faktor eksternal yang berperan dalam tercapainya manajemen lingkungan yang berkelanjutan yakni pihak pemerintah dan masyarakat masih belum optimal dalam melakukan pengawasan dan pemantauan serta kurang tegasnya sangsi yang diberikan sehingga implementasi AMDAL tidak terlaksana dengan mestinya.
Batam is one of the most prominent cities that is well-known for its ever-growing development. Despite being a prime gateway to invest, Batam has limited land availability since the city consists of small islands. Therefore, the most possible solution yet to this deterrent is land reclamation. Land reclamation is not only an act of creating new land from ocean, riverbeds, or even lake beds so that buildings can be established over them. It requires deep approach specifically on environmental management that is aimed to minimize the impact on the environment caused by land reclamation itself. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) is one of the instruments in environmental management aimed to minimize the impacts caused by constructions with environmental management system. This study uses descriptive deductive-qualitative approach, in which interview methods, field observation, and documentation are implemented to collect the data in pursue of improving the validity of the data obtained. Purposive sampling is applied by selecting some of the samples from the respondents that were chosen based on their knowledge of the object to acquire all the information needed. The result of this study shows that AMDAL is a tool that aims to minimize the possibility of environmental damage but proven to not work accordingly, as the environmental management system that has been implicitly laid out in AMDAL is not fully executed by the company. In addition, external factors responsible for the success of the sustainable environmental management, the government and the people themselves, such as the government and the people themselves, are still not optimal in monitoring and investigating, not to mention the frail laws in regards of granting sanctions that results in AMDAL not being performed properly.
Kata Kunci : Reklamasi, AMDAL, Manajemen Lingkungan/ Reclamation, AMDAL, Environmental Management