HUBUNGAN FREKUENSI PAPARAN PORNOGRAFI DI INTERNET TERHADAP ONSET HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH
MOCHAMAD ALI ROSADI, dr. Edi Patmini Setya Siswanti, Sp.OG; Prof. dr. M. Hakimi, Sp.OG (K), Ph.D
2016 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Onset hubungan seksual pranikah lebih dini sering dikaitkan dengan kehamilan di luar nikah, infeksi menular seksual dan HIV pada remaja. Etiologi perilaku seksual berisiko pada remaja bersifat multifaktorial, baik berupa faktor protektif atau risiko, dan dapat meliputi faktor biologis, keluarga, pengetahuan kesehatan reproduksi, maupun lingkungan. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab kejadian hubungan seksual pranikah adalah paparan pornografi di internet. Tujuan: Mengetahui hubungan antara frekuensi paparan pornografi di internet dengan onset hubungan seksual pranikah pada remaja Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik potong lintang. Data yang dibandingkan adalah frekuensi paparan pornografi dengan kejadian hubungan seksual pranikah, onset usia hubungan seksual pranikah, jenis hubungan seksual yang dilakukan dan analisis multivariat terhadap variabel lain. Populasi yang digunakan adalah remaja usia ≥ 18 tahun yang menggunakan internet. Hasil: Dari 487 subjek penelitian, 25,3%, (n=123) pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Subjek dibagi menjadi kelompok frekuensi paparan ≥5 jam/minggu (n=34) dan kelompok <5 jam/ minggu (n=367). Ditemukan nilai Prevalence Ratio sebesar 2,25 (95% CI 1,10-4,58). Analisis Chi Square antara frekuensi paparan pornografi dengan hubungan seksual pranikah menemukan hubungan yang signifikan (p=0,023). Kesimpulan: Ada hubungan antara frekuensi paparan pornografi dan hubungan seksual pranikah.
Backgrund: Earlier onset of premarital sexual intercourse often associated with pregnancy, sexual transmitted infections and HIV in adolescent. Etiological process of high-risk sexual behaviour are multifactorial, including protective and risk factor, and it affected by biological, family, reproductive health knowledge and attitude toward sexual behaviour. One factor that is suspected to be the cause of the incidence of premarital sexual intercourse is exposure to internet pornography. Objective: To determine the association between frequency of exposure of internet pornography with onset of premarital sexual intercourse. Method: A cross sectional analytic observational study was conducted. The data were collected using exposure of internet pornography and sexual behavior questionnaire. Population of this study were 18 years old or older adolescent who using internet. Result:Of 487 subjects who met inclusion criteria, 25,3% (n=123) have had premarital sexual intercourse. Subjects were divided into ≥5 hour/week (n=34) exposure of porn group and <5 hour/week (n=367. The Prevalence Ratio was 2,25 (95% CI 1,10-4,58). Chi Square analysis found significant association between exposure of internet pornography and onset of premarital sexual intercourse (p=0,023). Conclusion: There is significant association between frequency of exposure of internet pornography with onset of premarital sexual intercourse.
Kata Kunci : Kata kunci: Frekuensi paparan pornografi, onset hubungan seksual, internet, pranikah