Laporkan Masalah

PELUANG DAN TANTANGAN DEMOKRATISASI BAHRAIN

MUHAMMAD RIZAL K, Dr. Siti Muti’ah Setyawati, M.A.

2016 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Negara-negara Arab teluk pada umumnya berbentuk kerajaan dengan kekuasaan politik yang didominasi oleh monarki dan tidak terdistribusi dengan baik kepada rakyat, namun pada umumnya legitimasi yang dimiliki monarki cukup kuat. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor seperti perekonomian negara yang maju yang ditandai dengan kesejahteraan rakyat yang dapat diukur melalui tingginya pendapatan dan indeks pembangunan manusia, pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan dan infrastruktur yang sangat memadai. Kondisi tersebut ditopang oleh industri migas sebagai kekayaan sumber daya alam negara-negara kawasan yang mampu mensubtitusi pajak pribadi warga negara. Oleh karenanya, kondisi tersebut mampu menciptakan stabilitas politik di bawah kekuasaan monarki. Namun hal itu tidak berlaku di Bahrain sebagai salah satu negara kaya Arab teluk. Bahrain merupakan negara yang memiliki aktivisme pergerakan oposisi politik rakyat yang cukup aktif di kawasan yang menuntut demokratisasi. Oleh karenanya, sesuai dengan rangkaian penjelasan sebelumnya, menarik untuk dibahas: mengapa legitimasi monarki Bahrain lemah, bagaimana aktivisme politik rakyat berlangsung dan apa peluang dan tantangan demokratisasi di Bahrain.

Arab Gulf states are, commonly monarchies with the royal-dominated political power, instead of the people. But in general, they have the strong legitimacy. This anomaly occurs because some factor like the economic development, indicated by the high level of prosperity which can be measured through: income as well as human development index, health service, education, housing service, and infrastructure. Such conditions are supported by petroleum industry as the main natural resource in the region, which in turn enables the government to reduce the personal tax of citizens. Therefore, the condition is capable to create a political stability under the rule of the monarchy. However, the same case doesn’t occure in Bahrain, as another rich country of Arab Gulf. Bahrain is a country with considerably active political opposition movement, calling for democratization. Therefore, in accordance of previous explanations, it is interesting to discuss: why the legitimacy of the Bahrain monarch is weak, how does the popular political activism against monarch took place and what are the prospects as well as challenges of democratization in Bahrain.

Kata Kunci : monarki, negara kaya, legitimasi, Bahrain, demokratisasi, oposisi rakyat

  1. S1-2016-317875-abstract.pdf  
  2. S1-2016-317875-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-317875-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-317875-title.pdf