Makna kebahagiaan pada guru sekolah Gotong Royong Yogyakarta
RONNA PATRICIA SIBARANI, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 PsikologiLatar belakang penelitian ini adalah keberadaan sekelompok guru di sekolah Gotong Royong yang memberikan diri mereka untuk mengajar anak-anak tidak mampu dengan gaji rendah, sarana prasarana yang terbatas, dan bahkan para guru tersebut harus bekerja juga di tempat lain agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menganalisis secara mendalam mengenai kebahagiaan guru di sekolah Gotong Royong dan bagaimana mereka memaknainya, serta apa yang memotivasi mereka untuk memilih dan bertahan mengajar anak-anak tidak mampu dengan pendapatan yang sangat kecil. Metodologi kualitatif fenomenologis merupakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, dengan lima orang subyek berprofesi guru. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini memunculkan tema-tema yang secara khusus menunjukkan bahwa motivasi yang paling kuat bukan berasal dari materi, tetapi keyakinan kepada Tuhan-lah yang menjadi pegangan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai guru di sekolah Gotong Royong dan kemudian memberikan kebahagiaan. Makna kebahagiaan bagi guru di sekolah Gotong Royong adalah ketika bisa bermanfaat bagi orang lain, yaitu anak-anak didik mereka yang merupakan komitmen sejak awal, bahwa ketika dapat membantu anak-anak didik untuk mengalami perubahan hidup maka akan mendapatkan pahala di surga nanti.
The background of this study was the existence of a group of teachers in Gotong Royong's schools to teach the poor children with low salaries, limited infrastructure, and even the teachers have to work also in other places in order to fulfill the needs of their life. This study aims to reviewed and analyzed in depth about the happiness of teachers at the Gotong Royong's school and how they interpreted it, as well as what motivates them to choose and survived teaching the poor children with a very small income. Qualitative phenomenological methodology is an approach used in this study, with five subject area teachers. The process of data collection was done through observation and in-depth interviews. The results of this research brings up themes that specifically shows that the most powerful motivation not derived from the material, but the belief to the God who became the grip in carrying out duties and responsibilities as a teacher at the Gotong Royong's school, then it gave them truly happiness.The meaning of happiness for teachers in Gotong Royong's school was when they could be useful for others, namely the children their students which is a commitment from the very beginning, that when they can help their pupils to change their lives changes and heaven will rewarded them.
Kata Kunci : makna, guru, kebahagiaan, motivasi