Laporkan Masalah

SURVIVAL ANALYSIS PENDERITA KANKER KOLOREKTAL METASTATIK YANG MENDAPATKAN KEMOTERAPI BERBASIS BEVACIZUMAB

Sinta Aji Arirukmi, dr. Johan Kurnianda, Sp.PD, KHOM.; dr. Susanna Hilda Hutajulu, SpPD, KHOM.

2016 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Penyakit Dalam

Latar belakang. Bevacizumab adalah antibodi monoklonal terhadap Vascular Endothelial Growth Factor yang telah terbukti meningkatkan survival penderita kanker kolorektal metastatik . Survival penderita yang mendapatkan kemoterapi yang dikombinasikan dengan bevacizumab belum pernah diteliti pada praktek klinis sehari-hari pada populasi kita. Tujuan Penelitian. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui overall survival (OS)penderita kanker kolorektal metastatik yang mendapatkan terapi bevacizumab pada praktik klinis rutin kami. Tujuan sekunder adalah untuk mengetahui progression free survival (PFS)dan toksisitas terapi bevacizumab. Metode. Data penderita kanker kolorektal metastatik yang mendapatkan kemoterapi dengan bevacizumab antara 1 Januari 2007 hingga 31 September 2015 ditelusuri melalui rekam medis. OS dan PFS dihitung dengan menggunakan metode Kaplan-Meier. Toksisitas disajikan dalam frekuensi. Hasil Penelitian. Sebanyak 112 sampel penelitian dianalisis pada median followup 13 bulan. Median OS didapatkan sebesar 20,46 bulan dan median PFS sebesar 11,43 bulan pada pasien yang mendapat bevacizumab. Penderita dengan status performa 1 mempunyai survival yang lebih baik dibandingkan penderita dengan status performa 2 dan 3. Penderita yang mendapatkan kemoterapi sekuensial setelah lini pertama pada penelitian ini sejumlah 28,6%. Toksisitas spesifik akibat bevacizumab yang dijumpai selama penelitian ini adalah hipertensi sebesar 5,3% (hipertensi grade 3 sebesar 3,57%), proteinuria sebanyak 1 orang, dan perdarahan sebesar 3 orang. Kesimpulan. Angka survival yang lebih rendah dibandingkan penelitian di luar negeri dapat disebabkan status performa yang lebih rendah dan rendahnya jumlah pasien yang mendapatkan terapi sekuensial. Efek samping yang lebih rendah dibanding penelitian-penelitian lain masih mungkin disebabkan karena kurang optimalnya pencatatan dalam rekam medis.

Background. Bevacizumab is a monoclonal antibody against Vascular Endothelial Growth Factor which has been shown to increase survival of metastatic colorectal cancer patients. Survival of patients receiving chemotherapy with bevacizumab has never been evaluated in our daily practice. Objectives. The primary endpoint of this study was to assess overall survival (OS) of metastatic colorectal cancer receiving chemotherapy combined with bevacizumab in our routine clinical practice. Secondary endpoint was to assess progression free survival (PFS)and the toxicity of bevacizumab. Methods. Metastatic colorectal cancer patients receiving chemotherapy combined with bevacizumab between January 2007 and September 2015 was obtained from medical records. OS and PFS were calculated using Kaplan-Meier method. Chemotherapy toxicity related with bevacizumab are presented on frequencies. Results. 112 samples of this study were analysed at a median follow-up of 13 months. The median overall survival (OS) was 20,46 months and median progression free survival (PFS)was 11,43 months. Patients with performance status 1 has better OS than patients with performance status 2 and 3. Patients receiving sequential chemotherapy were 28,6%. Specific toxicity of bevacizumab during this sudy was hypertension as much as 5,3% (grade 3 hypertension 3,57%), proteinuria in 1 patient and bleeding in 3 patients. Conclusion. Lower survival in our study compared with multicentre studies abroad might be due to poorer performance status and lower percentage of patients receiving sequential therapy. Less toxicity of bevacizumab in this study might be due to lack of information in medical records.

Kata Kunci : metastatic colorectal cancer, bevacizumab, overall survival, progression free survival, bevacizumab toxicity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.