Laporkan Masalah

EVALUASI IMPLEMENTASI AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL

NAUFAL HIDAYAT, Irwan Taufiq Ritonga, S.E., Mbus., Ph.D., CA

2016 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Sejak tahun 2015, Pemerintah Indonesia (Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah) sudah mulai menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual secara penuh. Namun demikian, masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahan, terutama pada tingkat pemerintah daerah untuk menerapkan SAP Berbasis Akrual secara penuh. Kelemahan tersebut antara lain adalah kekurangan sumber daya manusia, sumber daya infrastruktur serta kurangnya koordinasi internal pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui sejauh apa keberhasilan pelaksanaan Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual di Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen dan Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Aspek-aspek yang diteliti adalah pengakuan transaksi konversi aset menjadi beban, belanja yang belum dibayar, perolehan aset yang belum dibayar, dan pendapatan yang belum diterima kasnya. Hasil evaluasi menunjukkan nilai yang berbeda antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen dan Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo. Pemerinah Kabupaten Purworejo memperoleh skor 54,5 % sedangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen memperoleh skor 51,1 %.

Since 2015, Indonesian Government has applied Accrual Based Government Accounting Standards (SAP). Nevertheless, there are still many weaknesses, especially at local government level to implement full accrual-based SAP. The weaknesses are the lack of human resources, infrastructure resources and a lack of internal coordination of government. Purpose of this study is to evaluate and determine to what extent the successful implementation of Accrual Based Government Accounting Standards in Kebumen and Purworejo regency government. This study uses a qualitative method. The data collection was done by interview, observation and documentation. Aspects studied are activities converting assets to expenses transactions, accruing unpaid expenses transactions, accruing unpaid assets, accruing uncollected revenue transactions. The evaluation results show different values between the Government Kebumen and Purworejo regency government. Purworejo Government obtained a score of 54.5%, while the Kebumen Government obtain a score of 51.1%.

Kata Kunci : evaluasi implementasi akuntansi berbasis akrual, evaluasi akuntansi berbasis akrual, pengakuan, transaksi akrual, akuntansi sektor publik