PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 DAN SIG UNTUK KAJIAN KESESUAIAN LAHAN PERTANIAN DAN KEHUTANAN DI DAS SERANG KABUPATEN KULONPROGO
YOPI ANWAR SHIDIQ, Dr. Suharyadi, M.Sc
2016 | Tesis | S2 Penginderaan JauhINTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesesuaian lahan untuk jenis tanaman pertanian berupa kopi dan kakao dan jenis kehutanan berupa jati dan sengon, analisis potensi pengembangan dan menyusun rekomendasi penggunaan lahan untuk jenis pertanian dan kehutanan di DAS Serang Kabupaten Kulonprogo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Citra Landsat 8 digunakan untuk ekstraksi penggunaan lahan sebagai masukan untuk membuat arahan penggunaan lahan untuk jenis tanaman pertanian dan kehutanan di DAS Serang Kabupaten Kulonprogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara analisis Citra Landsat 8 dan data lapangan yang diproses menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pembuatan peta – peta tematik karakteristik fisik lahan di DAS Serang untuk memperoleh peta kesesuaian lahan untuk jenis tanaman pertanian dan kehutanan dengan metode pengharkatan secara berjenjang tertimbang berdasarkan parameter fisik syarat tumbuh tanaman pertanian dan kehutanan. Hasil analisis juga digunakan untuk menyusun arahan penggunaan lahan untuk jenis tanaman pertanian dan kehutanan di DAS Serang Kabupaten Kulonprogo. Dari hasil analisis dan kerja lapangan diperoleh hasil analisis berupa tingkat kesesuaian lahan untuk jenis tanaman pertanian yaitu untuk tanaman kopi dan kakao berturut turut seluas 11.552,91 ha atau 45,40% dan 11.001,53 ha atau 43,19% yang mendominasi di bagian hilir DAS Serang dan pada bagian hulu DAS didominasi oleh kelas agak sesuai, tidak sesuai saat ini dan tidak sesuai permanen. Daerah yang sangat sesuai untuk jenis tanaman kehutanan yaitu tanaman jati dan sengon berturut-turut seluas 16.134,74 ha atau 63,48% dan 16.004 ha atau 62,94%. Daerah hulu DAS di dominasi kelas sesuai dan agak sesuai. Daerah yang sangat berpotensi dikembangkan untuk tanaman pertanian yaitu kopi dan kakao berturut turut seluas 6.754,00 ha atau 26,54% dan 7.658,77 atau 30,11%. Untuk tanaman pertanian memang diarahkan berdasarkan fungsi kawasanya yaitu pada kawasan budidaya. Daerah yang sangat berpotensi dikembangkan untuk tanaman kehutanan yaitu jati dan sengon berturut turut seluas 9285,29 ha atau 36,48% dan 9.200,89 ha atau 30,11%. Untuk tanaman kehutanan memang diarahkan dikembangkan pada kawasan lindung dan penyangga karena lebih ditekankan pada aspek konservasi selain masih bisa dimanfaatkan untuk aspek produksi. Kata kunci : Citra Landsat 8, Kesesuaian lahan, Arahan Penggunaan Lahan
ABSTRACT The aim of this research was to land suitability analysis for agricultural and forestry development potential analysis and make recommendations for the type of agricultural and forestry in Serang watershed Kulonprogo Regency of Yogyakarta Special Region. Landsat 8 image is used for the extraction of land use as input to make the direction of land use for agriculture and forestry plant species in Serang watershed Kulonprogo Regency. The method used in this study is a combined analysis of Landsat 8 and field data were processed using Geographic Information Systems (GIS) in creating thematics map of the physical land characteristics in the Serang watershed to obtain a map of the land suitability for this type of farming and forestry methods gradually weighted based on the physical parameters of the requirements grow agricultural crops and forestry. The analysis also used to establish the direction of use of land for agriculture and forestry plant species in the Serang watershed Kulon Progo Regency. From the analysis and field work obtained results of the analysis of the level of suitability of land for agricultural plant species is to plant coffee and cacao consecutive measuring 11.552,91 ha or 45,40% and 43,19% 11.001,53 ha or dominated in the downstream Serang watershed and on the upper reaches of the watershed is dominated by a class rather appropriate, not appropriate at this time and is not suitable permanent. The area is very suitable for the types of forestry that is teak and sengon consecutive measuring 16.134,74 ha or 63,48% and 16.004 ha, or 62,94%. The area upstream in the appropriate class domination and somewhat appropriate. The area is very likely to be developed for agricultural crops, namely coffee and cacao consecutive covering 6.754.00 ha or 26,54% and 7.658.77 or 30.11%. For agricultural crops is directed by function namely the cultivation area. The area is very likely to be developed for forest trees are teak and sengon consecutive covering 9.285,29 ha or 36,48% and 9.200,89 ha or 30,11%. For forestry crop is directed developed in protected areas and buffer for more emphasis on conservation aspects in addition to still be used for the production aspects
Kata Kunci : Kata kunci : Citra Landsat 8, Kesesuaian lahan, Arahan Penggunaan Lahan