FAKTOR RISIKO TERJADINYA DRUG RELATED PROBLEMs PADA PASIEN RAWAT JALAN DENGAN GANGGUAN JANTUNG
DEWI RESTUTI, Dr. Tri Murti Andayani, Sp. FRS., Apt. ; Dr. Ika Puspita Sari, M. Si., Apt.
2016 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPeran nyata Farmasi klinik dalam mencegah DRPs baik aktual maupun potensial adalah dengan melakukan skrining/pengkajian resep. Untuk dapat melakukan skrining dengan cepat dan tepat, perlu dilakukan pemetaan permasalah dalam peresepan rawat jalan secara tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis DRPs yang terjadi pada terapi pasien gangguan jantung dan mengetahui hubungan jenis kelamin, usia, dan jenis gangguan jantung terhadap kejadian DRPs pada terapi pasien gangguan jantung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian retrospektif dengan rancangan cross sectional, subyek penelitian ini yaitu pasien gangguan jantung sejumlah 80 pasien, data pasien yang dikumpulkan adalah jenis kelamin, usia, diagnosis, berat badan, tanggal lahir, tinggi badan, tekanan darah, heart rate, respiration rate, suhu badan, EKG, riwayat penyakit, dan riwayat pengobatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik. Analisis tersebut menggunakan metode Chi-square dengan tingkat kepercayaan pada uji statistik yang digunakan sebesar 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah pasien yang mengalami DRPs adalah 51 (63,75%) dan jenis DRPs pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul dari gangguan jantung yang diderita yaitu indikasi yang tidak diterapi 50 (62,5%), terapi tanpa indikasi 7 (8,75%), dan ADR 13 (16,25%). Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya DRPs pasien gangguan jantung rawat jalan di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul adalah usia (p = 0,042) dan jenis gangguan jantung yang diderita pasien (p = 0,000). Jenis kelamin dan polifarmasi pasien gangguan jantung rawat jalan Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul adalah p < 0,05, itu artinya tidak ada hubungan dengan kejadian DRPs.
Clinic Pharmacy real role in preventing actual or potential DRPs is by screening / assessment recipes. To be able to quickly and accurately screening, need to do mapping problems in outpatient prescribing appropriately. The purpose of this study was to determine the type of DRPs that occur in the treatment of patients of heart problems and determine the relationship of gender, age, and type of heart problems suffered by patients on the incidence of DRPs in the treatment of patients with heart problems. This study is a retrospective study with cross-sectional design, the subject of this study are patients with heart problems a number of 80 patients, the patient data collected are sex, age, diagnosis, weight, date of birth, height, blood pressure, heart rate, respiration rate, body temperature, ECG, history of disease, and treatment history. Data analysis was performed by descriptive and analytic. The analysis using Chi -square test with a level of confidence in the statistics used by 95 %. The results of this study indicate the number of patients who experienced DRPs was 51 (63,75 %) and the type of DRPs in outpatients at Hospital Panembahan Senopati Bantul suffered from a heart condition that is indicative of untreated 50 (62,5 %) , therapy without indication 7 (8,75%) , and ADR 13 (16,25 %). The risk factors that cause heart problems DRPs patients in hospital outpatient Panembahan Senopati Bantul is the age (p = 0,042) and the type of heart problems suffered by patients (p = 0,000). Gender and polypharmacy patients with cardiac disorders outpatient Panembahan Senopati Bantul Hospital is p < 0,05 , it means that there is no relationship with the incidence of DRPs.
Kata Kunci : faktor risiko, DRPs, Gangguan Jantung