HUBUNGAN PERAN KELOMPOK TANI DENGAN TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI LANSIA DI KECAMATAN TEMON KABUPATEN KULON PROGO
IKA PEWISTA, Prof. Dr. Su Ritohardoyo, M.A.; Prof. Dr. dr. Adi Heru Husodo, M.Sc.
2016 | Tesis | S2 KependudukanKecamatan Temon memiliki 91,83 persen lahan pertanian yang subur. Kegiatan pertanian di Kecamatan Temon memiliki peluang untuk mendukung tercapainya kesejahteraan rumah tangga petani lansia. Keberadaan kelompok tani memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting dalam mewujudkan kesejahteraan anggotanya. Untuk itu peran kelompok tani sebagai unit belajar, kerjasama, dan produksi harus berfungsi secara optimal sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteeraan anggotanya. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui persepsi anggota kelompok tani terhadap peran kelompok tani, (2) mengetahui tingkat kesejahteraan rumah tangga petani lansia, (3) mengetahui hubungan peran kelompok tani terhadap tingkat kesejahteraan rumah tangga petani lansia di Kecamatan Temon. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan sumber data pokok penelitian ini adalah data primer dan didukung dengan data sekunder. Lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling di Kecamatan Temon. Penentuan sampel dilakukan terhadap rumah tangga tani dengan menggunakan rumus Slovin dan pengambilan sampel secara acak sederhana. Persepsi anggota kelompok tani terhadap peran kelompok tani dikaji sebagai unit belajar, kerjasama, dan produks. Analisis tingkat kesejahteraan menggunakan indikator dari Badan Pusat Statistik. Hubungan peran kelompok tani dengan tingkat kesejahteraan dianalisis menggunakan crosstab yang didukung analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi terhadap peran kelompok tani sebagai unit belajar, unit kerjasama, dan unit produksi masuk dalam klasifikasi sedang. Analisis tingkat kesejahteraan rumah tangga tani lansia menunjukkan 34,12 persen rumah tangga tani lansia di Kecamatan Temon masuk dalam kriteria rumah tangga sejahtera tinggi, 47,06 persen memiliki kesejahteraan sedang, dan 18,82 persen memiliki kesejahteraan rendah. Peran kelompok tani tidak berpengaruh secara nyata terhadap tingkat kesejahteraan rumah tangga petani lansia.
Temon District has 91,83 percents fertile area of agriculture land. Agriculture activities in the Temon District can support the achievement of welfare. The existence of farmer group has an important and strategic role in realizing welfare of farmers group. For the reason, the role of the learning unit, collaboration unit, and production unit must function optimally, which in turn will increase productivity, income, and welfare of its members. The purpose of study is (1) determine members perception toward the role of farmers group; (2) determine the level of welfare of farmer households in Temon District; and (3) determine the correlation of members perception toward the role of farmers group the level of welfare. Research analysis using quantitative analysis with the data source is primary data and supported by secondary data. The research location is determined by purposive sampling in Temon District. The samples were carried out on farm elderly household using simple random sampling. Analysis the level of welfare using indicator from the Badan Pusat Statistik. The correlation between toward the role of farmers group and welfare were analyzed using crosstab and supported by correlation analysis. Result of the research show that member’s perception toward the role of farmers group can be categorized on moderate level. The analysis level welfare show that 47,06 percents of farm elderly household in Temon District included in the criteria moderate level of welfare. Member perception toward the role of farmers group was not significantly affecting to welfare.
Kata Kunci : Persepsi, peran kelompok tani, kesejahteraan, petani lansia