Laporkan Masalah

PENGARUH KARAKTERISTIK DEMOGRAFI TERHADAP KERENTANAN DAN STRATEGI PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA TANI DI KECAMATAN TEMON DAN NANGGULAN KABUPATEN KULON PROGO

RESTUTITA DARUSASI, Prof. Dr. M. Baiquni, MA. ; Prof. Dr. Rijanta, M.Sc

2016 | Tesis | S2 Kependudukan

Kecamatan Temon dan Nanggulan termasuk dalam lima besar daerah penghasil padi Kabupaten Kulon Progo dengan produksi padi mencapai 14.877 ton (Nanggulan) dan 12.549 ton (Temon). Pekerjaan sebagian besar penduduknya adalah petani. Data statistik BPS menunjukkan angka kemiskinan di Kulon Progo tahun 2013 tergolong tinggi yaitu 21,39%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik demografi rumah tangga tani di Kecamatan Temon dan Nanggulan, serta mengetahui pengaruh faktor demografi terhadap tingkat kerentanan dan strategi livelihood rumah tangga tani di Kecamatan Temon dan Nanggulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantiatif. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Solvin yang kemudian dibagi sesuai proporsi per kecamatan, sampel diambil dengan metode simple random sampling. Analisis karakteristik demografi dilakukan menggunakan metode frekuensi dan crosstab, sedangkan untuk mengetahui pengaruh karakteristik demografi terhadap kerentanan dan strategi livelihood rumah tangga tani dilakukan dengan metode regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi karakteristik demografi terhadap kerentanan dan strategi livelihood rumah tangga tani tidak terlalu besar, yaitu hanya 36,4% (kerentanan) dan 11,9% (livelihood) saja.Mayoritas rumah tangga tani yang ada di daerah penelitian termasuk dalam kategori kerentanan sedang, yaitu sebanyak 64,58% (Temon) dan 54,90% (Nanggulan). Baik di Kecamatan Temon maupun Nanggulan rumah tangga tani mayoritas telah melakukan strategi akumulasi, yaitu 50% (Temon) dan 58,82% (Nanggulan).

ABSTRACT Temon and Nanggulan included in the five major rice producing area of Kulon Progo. Rice production reached 14 877 tonnes (Nanggulan) and 12 549 tonnes (Temon). The most occupaction of the population are farmers. Statistical data BPS show the poverty rate in Kulon Progo in 2013 is high, 21.39%. The purpose of this study was to determine the demographic characteristics of the farm households in Temon and Nanggulan, and determine the influence of demographic factors on the level of vulnerability and livelihood strategies applied by farm households in Temon and Nanggulan. This research is quantitative using primary and secondary data. Determination of samples use Solvin formula, then divided in proportion by district, samples were taken by simple random sampling method. Analysis of demographic characteristics was performed using frequency and crosstab methods. Meanwhile the influence of demographic characteristics of the vulnerability and livelihood strategies of farm households was conducted using linear regression. The result showed that the contribution of the demographic characteristics of the vulnerability and livelihood strategies of farm households are not too big, which is only 36.4% (vulnerability) and 11.9% (livelihood) only. The majority of farm households included in the category of vulnerabilities being, as many as 64.58% (Temon) and 54.90% (Nanggulan). Both in Temon and Nanggulan majority of farm households has been pursuing a strategy of accumulation, ie 50% (Temon) and 58.82% (Nanggulan).

Kata Kunci : demografi, kerentanan, livelihood, strategi penghidupan, rumah tangga tani

  1. S2-2016-360186-bibliography.pdf  
  2. S2-2016-360186-tableofcontent.pdf