RESISTENSI WARGA DALAM MEDIA LOKAL: Analisis Framing Berita Penolakan Warga Yogyakarta terhadap Pembangunan Hotel pada Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja Periode Mei 2014�Januari 2015
ANDREAS RYAN SANJAYA, Budi Irawanto, M.A., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiTulisan ini mengkaji tentang bingkai media lokal, Kedaulatan Rakyat dan Harian Jogja, dalam melaporkan berita resistensi warga Yogyakarta yang menolak pembangunan hotel di sekitar tempat tinggal mereka. Menggunakan analisis framing dari model Pan & Kosicki, sejumlah 14 berita pada periode waktu 2014 dianalisis kalimat demi kalimat. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua media lokal membingkai isu resistensi warga tersebut dengan pendekatan yang berbeda. Bingkai tersebut terlihat dari pemilihan judul, teras, struktur penulisan teks berita, hingga bagaimana kedua media lokal menyebut warga sebagai aktor utama gerakan perlawanan tersebut. Lebih jauh, hasil ini membuktikan bahwa media lokal cenderung memiliki keberpihakan tertentu dalam suatu kasus, dan masyarakat lokal yang dilayaninya bukanlah pihak yang selalu mereka bela.
This paper studied about news frame from two local media, Kedaulatan Rakyat and Harian Jogja, on their report about resistance of Yogyakarta�s people who repel the hotels construction around their houses. By used framing analysis model by Pan & Kosicki, 14 news items on 2014 periode were analyzed sentence by sentence. The results showed that both local media had framed resistance issue through different approachment. That frame seen by title, lead, text structure writing, until how both of local media labelled the people as the main actor of that resistance movement. More of it, this results proofed that both local medias have tendency to take sides on particularly case, and the local people, who served by local media, is not always the one who get the support from media.
Kata Kunci : media lokal, analisis framing, resistensi warga