Evaluasi manfaat perbaikan/pembangunan prasarana dan sarana dasar lingkungan proyek penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP) di Kabupaten Bandung
AKIMA, Radius, Dr. Yeremias T. Keban, MURP
2002 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahKrisis moneter yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 telah menyebabkan berbagai permasalahan, antara lain meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan, baik diperkotaan maupun diperdesaan. Diperkirakan 12 juta penduduk miskin berada di daerah perkotaan. P2KP merupakan salah satu upaya alternatif yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi dampak dari krisis moneter tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat perbaikan/pembangunan prasarana dan sarana dasar lingkungan dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang ditinjau dari aspek ekonomi dan lingkungan. Dari hasil evaluasi yang dilakukan diharapkan dapat ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan P2KP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan tipe penelitian evaluasi sumatif. Adapun variabel penelitian terdiri dari variabel ekonomi dan variabel lingkungan. Sedangkan komponen proyek prasarana dan sarana dasar yang dievaluasi yaitu, proyek sanitasi, jalan/jembatan dan proyek drainase, yang berlokasi di Desa Majalaya, Desa Biru, Desa Padaulun dan Desa Wangisagara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan/pembangunan prasarana dan sarana dasar lingkungan, melalui P2KP di Kecamatan Majalaya secara umum bermanfaat dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana tercermin dalam pencapaian tiga indikator keberhasilan program, yaitu mampu menunjang pengembangan usaha produktif dan memperluas kesempatan berusaha, mampu membantu meningkatkan pendapatan masyarakat, melalui peningkatan nilai aset yang dimiliki oleh masyarakat, dan mampu membantu meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil kajian dilapangan ditemukan bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi secara signifikan terhadap keberhasilan pelaksanaan kegiatan P2KP, meliputi motivasi, pendidikan formal dan partisipasi masyarakat. Adapun faktor eksternal meliputi aparat pemerintah, fasilitator desa dan sumber daya alam. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa proyek perbaikan/pembangunan prasarana dan sarana dasar lingkungan, secara umum bermanfaat bagi masyarakat, karena sebagian besar telah memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah perlu ditetapkan indikator-indikator keberhasilan yang spesifik untuk masing-masing proyek, karena mengingat masing-masing proyek memiliki tujuan dan sasaran yang berbeda.
The monetary crisis hitting Indonesia since 1997 has brought various problems, among others are unemployment and poverty increase both in rural and urban areas. 12 million poor people are estimated to live in urban areas. The Urban Poverty Aleviation Project (P2KP) is one of the alternative measures from the government to eliminate the monetary crisis impacts. The research aims to assess the benefit derived from the environmental basic infrastructure and facility development in helping to improve the welfare of the society viewed from the economic and environmental point of views. The findings are expected to give identification of the factors affecting the success of the project (P2KP) implementation. The research method is a descriptive qualitative method using the type of summative evaluation research. The variables consist of the economic and environmental variables. The components of the project to be assessed are the sanitation, road/bridge project and the drainage project which locate in Majalaya, Biru, Padaulun, and Wangisagara villages. The research results show that the environmental basic infrastructure and facility development in the P2KP in Majalaya subdistrict offers great support in improving social welfare as reflected in the accomplishment of the three indicators for the success of the program, namely, the ability to support the expansion of productive activity and business opportunity; the ability to improve the people's income through their asset value improvement; and the ability to support the improvement in the people's health and environment quality. The field research findings identify that the internal factors affecting significantly the success of the implementation of the P2KP activities include the people's motivation, formal education, and participation. The external factors are the government apparatus, village facilitator and natural resources. The research concludes that the project is, in general, very helpful for the society as most of it satisfies the people's need and aspiration. The research recommends that specific indicators need setting for the success of each project since it has its own objectives and target different from one another.
Kata Kunci : Pembangunan Prasarana Kota,P2KP, Urban Poverty Aleviation Project,