Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Perubahan Debit Puncak Banjir Di Sub DAS Brantas Hulu, Kota Batu, Jawa Timur
ERSTAYUDHA HAYYU N., Drs. Suyono, M.S.
2012 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPerubahan penggunaan lahan menyebabkan adanya perubahan kondisi hidrologi DAS, khususnya pada debit banjir. Pada kondisi ideal, hujan yang jatuh pada DAS sebagian mengalir sebagai aliran permukaan, sebagian terserap oleh tanah, dan sebagian menguap kembali ke udara. Namun akibat adanya alih fungsi lahan, air hujan yang jatuh lebih berpotensi menjadi aliran permukaan daripada terserap oleh permukaan tanah. Hal ini disebabkan oleh tingkat infiltrasi tanah yang semakin menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui perubahan penggunaan lahan secara spasio temporal di DAS Brantas Hulu pada tahun 2003 dan 2007, (2) mengetahui perubahan curah hujan dan debit puncak banjir di DAS Brantas Hulu pada tahun 2003 dan 2007, dan (3) mengetahui pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap perubahan debit puncak banjir di DAS Brantas Hulu. Teknik analisis yang digunakan adalah metode pendekatan spasial dan statistik inferensial. Analisis spasial digunakan untuk menjelaskan perubahan penggunaan lahan selama tahun 2003 dan 2007 di daerah penelitian. Analisis Statistik Inferensial dalam penelitian ini menggunakan t-test dan regresi. T-test digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan curah hujan harian dengan debit puncak banjir pada tahun 2003 dan 2007. Adapun regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh curah hujan terhadap debit puncak banjir pada tahun 2003 dan tahun 2007. Dalam kurun waktu 4 tahun (2003 - 2007) penggunaan lahan di Sub DAS Brantas hulu mengalami penurunan luas hutan dan sawah tadah hujan yang signifikan dari tahun 2003 ke tahun 2007 yaitu hutan mengalami penurunan sebesar 6% dari seluas 46,88 km2 menjadi 44,605 km2, dan sawah tadah hujan mengalami penurunan sebesar 6% dari seluas 24,01 km2 menjadi 22,59 km2. Peningkatan secara signifikan pada luas lahan adalah pemukiman sebesar 9% dari 29,18 km2 menjadi 31,81 km2 dan kebun sebesar 7% dari 13,80 km2 menjadi 14,82 km2. Curah hujan pada tahun 2003 dan tahun 2007 tidak memiliki perbedaan ditunjukkan dengan nilai signifikansi uji beda sebesar 0,455, sedangkan debit puncak banjir terjadi perbedaan secara signifikan ditahun 2007 dibandingkan tahun 2003 dengan hasil signifikansi uji beda sebesar 0,000. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada tahun 2003 hingga tahun 2007 mempengaruhi peningkatan respon DAS terhadap curah hujan, sehingga terdapat adanya peningkatan debit puncak banjir pada tahun 2007. Konversi lahan di daerah hulu menyebabkan sebagian besar air hujan yang jatuh di wilayah DAS tersebut tidak dapat diretensi dengan baik sehingga limpasan permukaan mengalir dengan cepat ke bagian hilir DAS. Perubahan penggunaan lahan pada tahun 2003-2007 mempunyai dampak yaitu berubahnya respon DAS terhadap hujan. Hal ini ditunjukkan pada perubahan debit puncak banjir tahun 2003 dengan rata-rata debit puncak banjir sebesar 96,79 m3/dtk menjadi 189,19 m3 /dtk pada tahun 2007.
The Infuence of landuse change causes change of the condition of watershed hidrology, especially on flow discharge. In ideally condition, the rain which falls into watershed flows partly as overland flow, some infiltrated by soil, and the other evaporates back to the atmosphere. However, the impact of this landuse change is that the rainfall has more potential to be overland flow than infiltration. It caused by infiltration level which is sunk increasingly. The aim of this research is (1) knowing the change of landuse as spatial temporal at upstream of Brantas sub watershed, at Batu District – East Java in year 2003 and 2007, (2) knowing the change of rainfall and peak discharge at upstream of Brantas sub watershed, at Batu Distric in year 2003 and 2007, and (3) knowing the influence of landuse change against peak discharge at upstream of Brantas sub watershed, at Batu District – East Java. The data were analyzed by inferential statistics and spatial approach. The inferential statistics is applicable to know the difference of daily rainfall and peak discharge in year 2003 and 2007, namely T-test analysis, and regression ist used to know the influence of rainfall against peak discharge in year 2003 and 2007. The spatial analysis is used to explain landuse change along the year 2003 and 2007. Over a 4 years period (2003 – 2007) the landuse at upstream of Brantas sub watershed decended significantly on the size of forest and rainfed crops from the year 2003 and 2007. The descent of forest is 6% from the size of 46,88 km2 into 44,605 km2, and rainfed crops from 24,01 km2 into 22,59 km2 (6%). While the settlement increased significantly 9% from the size of 29,18 km2 to 31,81 km2 and farm from the size of 13,80 km2 to 14,82 km2 (7%). The rainfall in the year 2003 and 2007 did not have difference, meanwhile the peak discharge was different significantly in the year 2007 than in the year 2003. The landuse change from the year 2003 until 2007 influenced response of escalating of sub drainage basin on rainfall, so that there was increasing of peak discharge in the year 2007. The land area conversion at upstream area is bringing on most of the rainfall on this sub drainage basin could not restrain the rate of overland flow well so that it was flowing fast into watershed downstream. Land use change in 2003-2007 that have an impact on watershed response to rainfall changes. That shown in the average of peak discharge changes in 2003 from 96.79 m3/s to 189.19 m3/s in 2007.
Kata Kunci : debit puncak banjir, perubahan penggunaan lahan, respon DAS