PENGARUH FAKTOR IBU DAN ANAK PADA PERIODE 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-24 BULAN
DEWI EROWATI, Dr. Ir. I Made Alit Gunawan, M.Si; dr. Detty Siti Nurdiati, Sp.OG(K), MPH, Ph.D
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Pada periode 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak kehamilan sampai dengan anak usia dua tahun, kebutuhan nutrisi anak meningkat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Namun masih ditemukan berbagai masalah dalam pemenuhan nutrisi pada periode tersebut sehingga angka balita pendek atau stunting masih tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui faktor ibu dan anak pada periode 1000 hari pertama kehidupan yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kejadian stunting pada anak usia 12-24 bulan. Metode: Jenis penelitian adalah analitik observasional, dengan rancangan penelitian kasus kontrol (case-control study). Subjek penelitian yaitu anak usia 12-24 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah 130 baduta stunting (TB/U <-2 SD) dan 130 baduta normal (TB/U �-2 SD). Hasil: Risiko stunting 1,96 kali pada kenaikan berat badan selama kehamilan kurang dan 2,91 kali pada berat badan lahir rendah dibandingkan dengan kenaikan berat badan selama kehamilan yang sesuai dan berat badan lahir normal. Kesimpulan: Faktor ibu dan anak yang memiliki pengaruh paling besar dengan kejadian stunting adalah kenaikan berat badan selama kehamilan dan berat badan lahir bayi. Persiapan kehamilan penting dilakukan sedini mungkin agar dapat mencegah anak lahir dengan berat badan lahir rendah dan kejadian stunting.
Background: In the first 1000 days that is from pregnancy to two years nutrition needs of children increased to support growth and development. However many nutritional problems still found during this period so that the number of short toddler or stunting is still high. Objective: To determine maternal and child factors in the first 1000 days that have greatest effect on the incidence of stunting among children aged 12-24 months. Methods: The study was observational analytic, with a case control study design. Subject of research was children aged 12-24 months who comply the inclusion criteria that was 130 stunting toddler (H/U <-2SD) and 130 normal toddler (H/U � 2 SD). Results: The risk of stunting was 1.96 times on less gestational weight gain and 2.91 times on children born with low birth weight than adequate gestational weight gain and normal birth weight. Conclusion: maternal and child factors that had greatest effect on the incidence of stunting were gestational weight gain and birth weight. Pregnancy preparation is an important thing that should be prepared as early as possible in order to prevent children born with low birth weight and the incidence of stunting.
Kata Kunci : stunting, periode 1000 HPK, status gizi ibu pada awal kehamilan, kenaikan berat badan selama kehamilan, ASI, MP-ASI, pola makan baduta.