Laporkan Masalah

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN MENSTRUASI DENGAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMU NEGERI I NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG

EVA AGUSTINA Y., Prof. dr. Sunartini Hapsara, Sp.A(K), Ph.D ; Dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A (K), Ph.D

2016 | Tesis | S2 Keperawatan

Latar Belakang : Remaja putri sebagai kelompok usia pubertas, seringkali kekurangan asupan nutrisi yang kaya dengan zat besi karena banyak yang melakukan pembatasan konsumsi makanan. Selain itu, kebiasaan mengkonsumsi jenis jajanan yang tidak memiliki unsur nutrisi yang kaya dengan zat besi, merupakan kecenderungan pada sebagian remaja putri sampai mereka mengalami anemia. Hasil survey saat program pemberian tablet tambah darah oleh Dinkes Kabupaten Tulungagung di tahun 2013, SMU Negeri 1 Ngunut merupakan salah satu sekolah yang memiliki angka siswi dengan anemia cukup tinggi sekitar 31%. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan menstruasi dengan anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan rancangan case control study dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri usia 15 sampai 17 tahun sejumlah 93 terbagi dalam kelompok kasus (31) dan kelompok kontrol (62). Teknik pengambilan sampel dengan tehnik Proportional Random Sampling. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji korelasi Chi Square, analisis multivariate dengan Regresi Linier dan tabel distribusi frekuensi dengan confidence interval 95%. Pengumpulan data dilakukan wawancara dengan Food Frequencies Questionnaires (FFQ) untuk pola makan, kuesioner untuk menstruasi dan pengambilan sampel darah perifer dengan metode Beta Hemoque untuk variable anemia. Hasil Penelitian : Subyek yang jarang mengkonsumsi lauk hewani memiliki risiko 1,80 kali lebih besar terkena anemia dibandingkan subyek yang sering mengkonsumsi lauk hewani (OR = 1,80 ;95% CI 1,30;2,84). Konsumsi lauk nabati (OR = 0,62 ; 95% CI 0,32;1,62), buah - buahan (OR= 1,86 ; 95% CI; 1,32;3,51) , jajanan (OR = 0,64 ; CI ; 0,25;1,51), minuman (OR = 0,51; 95% CI ; 0,30;1,77) dan suplemen zat besi (OR = 1,39; 95% CI 0,80;2,84). Sedangkan pada variable menstruasi didapatkan hasil OR = 1,39;95% CI, 0,69;3,54). Kesimpulan : Ada hubungan antara pola makan dengan anemia remaja putri di SMU Negeri 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung, dimana remaja putri yang memiliki frekuensi kurang mengkonsumsi bahan makanan sumber heme seperti lauk hewani dan buah - buahan memiliki resiko lebih besar mengalami anemia. Untuk riwayat menstruasi, tidak didapatkan hubungan antara menstruasi dengan anemia pada remaja putri.

Background : Adolescent girls as puberty age group , often lack of nutrition rich in iron because many of them had restricted food consumption habit. Moreover , the habit of consuming types of snacks that have no nutritional elements rich in iron , was the tendency on the part of young women until they were suffered with anemic.. The results of the current survey of iron tablet supplementation program by Dinas Kesehatan Tulungagung in 2013 , showed that SMA Negeri 1 Ngunut was one of the schools that have students with anemia figure quite high, about 31 % . Objectives : This study aims to determine the relationship of dietary habits and menstrual of anemia in adolescent girls in SMA Negeri 1 Ngunut Tulungagung . Methods : This research used an analytic correlation with a case control study and a quantitative approach . The sample in this study are young women aged 15 to 17 years a number of 93 met the inclusion criteria consisted of 31 female students in the case group and 62 students in the control group . The sampling technique " Proportional Random Sampling " . The data analized used bivariate analysis using Chi Square test , whereas the multivariate analysis using linear regression with a confidence interval of 95% . Data collected was carried interviews with Food Frequencies Questionnaire ( FFQ ) to the diet, the questionnaire for menstrual and peripheral blood sampling method for anemia the variable using Beta Hemoque technique. Result : Subjects who rarely consume animal side dish had a 1.80 times greater risk of anemia compared to subjects who frequently consume animal side dish ( OR = 3.80 ; 95 % CI 1.30; 5.84 ) . Consumption of vegetable side dishes (OR = 0,62 ; 95% CI 0,32;1,62), fruits (OR= 1,86 ; 95% CI; 1,32;3,51) , snack (OR = 0,64 ; CI ; 0,25;1,51), milks (OR = 0,51; 95% CI ; 0,30;1,77) and snacks have a significant relationship but it is not a risk factor for anemia status . Subjects who rarely took iron supplements 1,3 times greater risk of experiencing anemia compared to subjects who often take iron supplements . Conclusion : There was a relationship between dietary habits and anemia status of young women in SMU Negeri 1 Ngunut Tulungagung , where adolescent girls have a frequency rarely consume food sources of heme have a greater risk of having anemia . Statistically not found the relationship between menstrual status of anemia in adolescent girls.

Kata Kunci : Keywords : Adolescent, Dietary Habits, Menstrual Pattern, Anemia

  1. S2-2016-337607-bibliography.pdf  
  2. S2-2016-337607-title.pdf