Laporkan Masalah

ANALISIS KONSISTENSI ANTARA DOKUMEN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH, PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA, SERTA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PADA PEMERINTAH KOTA MAGELANG

Maya Kumalasari, Prof. Dr. Abdul Halim, MBA., Ak., CA.

2016 | Tesis | S2 Akuntansi

Keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah, menyebabkan pemerintah harus melakukan perencanaan dan penganggaran dengan baik. Konsistensi antara dokumen perencanaan dan penganggaran sangat diperlukan agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara maksimal. Namun kenyataan di lapangan masih sering terjadi dokumen perencanaan yang belum sepenuhnya menjadi acuan pada proses berikutnya, yakni penganggaran. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis tingkat konsistensi antara dokumen perencanaan dan penganggaran, yaitu pada RKPD, KUA, PPAS dan APBD. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor penyebab inkonsistensi antara dokumen perencanaan dan penganggaran Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan yang menjadi objek penelitian adalah Pemerintah Kota Magelang. Informan penelitian ini adalah pejabat atau pegawai yang terlibat secara langsung dalam perencanaan dan penganggaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa masih terdapat inkonsistensi pada tahun 2014 dan tahun 2015. Proses yang perlu menjadi perhatian adalah proses penyusunan APBD, dimana berdasarkan analisa data, proses inilah yang paling rentan terjadi inkonsistensi. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadi inkonsistensi adalah rendahnya pemahaman tentang perencanaan dan penganggaran baik dari eksekutif, legislatif maupun masyarakat, intervensi DPRD, kurangnya komitmen bersama dari pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan, penggunaan aplikasi yang berbeda, belum adanya sanksi yang jelas apabila terjadi inkonsistensi, kurangnya perhatian terhadap konsistensi indikator kinerja, serta kebijakan dari pemerintah pusat yang seringkali terlambat.

Given limited resources, which is owned by the government, have forced it to come up with proper planning and budgeting. The consistency of the documents of planning and budgeting is highly required to help maximally achieve the goals of the development. But, in reality the inconsistencies of both of them have been spotted on the ground. Therefore, this study was then intended to analyze the level of consistency between planning and budgeting document, namely RKPD, KUA, PPAS, APBD. This research was also to dig deeper into the factors that have caused inconsistencies between planning and budgeting documents. This research used qualitative methods and the object of research was the city of Magelang. The result has showed that there are still inconsistencies in 2014 and 2015. The process that needs to be attended is one that deals with the process of construction of the APBD, one of wich is found the most susceptible to inconsistency. Factors that have caused the inconsistency are the lack of understanding about planning and budgeting among the executive, legislature and the public, the intervention of the Local Parliament (DPRD), the lack of commitment of stakeholders and policy makers, the use of different applications, and the policies of the central government is often found late.

Kata Kunci : konsistensi, perencanaan, penganggaran, RKPD, PPAS, APBD

  1. S2-2016-375901-abstract.pdf  
  2. S2-2016-375901-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-375901-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-375901-title.pdf