Laporkan Masalah

Perilaku Masyarakat dalam Pengembangan Usaha Pangan Lokal pada Program MP3KI di Kabupaten Gunungkidul

GIGIN ANISOLIKHAH, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S.; Dr. Ir. P. Wiryono, P.SJ., M.Sc.

2016 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Program MP3KI adalah program dari pemerintah yang bertujuan untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran yang berbasis pengembangan penghidupan secara berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul, karena angka kemiskinan Gunungkidul relatif tinggi. Untuk membantu keberhasilan program tersebut, perlu adanya respons positif dari masyarakat terhadap Program MP3KI, dalam hal ini adalah perilaku positif untuk mendukung upaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui tingkat perilaku masyarakat dalam pengembangan usaha pangan lokal pada Program MP3KI dan (2) mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku dalam pengembangan usaha pangan lokal pada Program MP3KI. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposif, yaitu Kecamatan Gedangsari dan Kecamatan Panggang dengan pertimbangan kecamatan tersebut melaksanakan program pengembangan usaha pangan lokal. Dari masing-masing kecamatan diambil 2 desa secara purposive debgan perimbangan desa tersebut yang melaksanakan program pengembangan usaha pangan loakl. Dari masing-masing desa diambil 30 sampel secara acak sederhana. Perilaku masyarakat dianalisis menggunakan uji proporsi, sedangkan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gunungkidul sering melakukan pengembangan usaha pangan lokal pada Program MP3KI yang terdiri dari pengolahan pangan lokal dan pemasaran pangan lokal. Sebesar 64,27% masyarakat peserta MP3KI melakukan pengembangan usaha pangan lokal. Faktor yang secara langsung berpengaruh positif terhadap perilaku pengembangan usaha pangan lokal adalah pendidikan, persepsi, peran ketua dan sikap. Faktor yang secara langsung berpengaruh negatif terhadap perilaku pengembangan usaha pangan lokal adalah minat. Semakin rendah minat masyarakat maka perilaku masyarakat dalam pengembangan usaha pangan lokal semakin meningkat. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan minat antara masyarakat yang telah dulu melakukan pengembangan usaha pangan lokal dengan komoditas yang diolah adalah umbi-umbian. Masyarakat yang telah lebih dulu mempunyai minat yang rendah, tetapi perilaku tinggi dikarenakan untuk memperoleh bahan baku dan melakukan pemasaran tidak mengalami kesusahan, sedangkan masyarakat yang baru mempunyai niat yang tinggi, tetapi perilakunya rendah dikarenakan untuk memperoleh bahan baku dan melakukan pemasaran masih mengalami kesulitan. Faktor yang berpengaruh secara tidak langsung terhadap perilaku pengembangan usaha pangan lokal adalah: umur, pendidikan, peran pendamping, peran ketua dan minat.

Society�s Behavior Towards Local Food Business Development Of MP3KI Program In Gunungkidul Regency Submitted by: ABSTRACT MP3KI Program is a government program whose aim is to reduce poverty and unemployment based on sustainable development of livelihood. The program is implemented in Gunungkidul Regency because the poverty rate in Gunungkidul is relatively high. In order to make the program successful, it is necessary to have a positive response from the society related to MP3KI Program, in this case is a positive behavior to support this program. The objectives of this research are: (1) to find out about the level of society's behavior in the development of local food business on MP3KI Program and (2) to find out and analyze the factors that influence the behavior in the development of local food business on MP3KI Program. The method used in this study was quantitative approach. The research locations were determined by purposive technique: Gedangsari and Panggang District by considering the fact that these districts implemented local food business development program. From each district, two villages were selected by purposive technique upon the consideration that the villages also conducted local food business development program. From each village, 30 samples were selected randomly. The society�s behavior was analyzed using proportion test, while the factors that affect society's behavior were analyzed using path analysis. The results show that the majority of the people in Gunungkidul Regency frequently conduct business development of local food on MP3KI program consisting of local food processing and marketing. 64,.27% of the participants of MP3KI program conduct the business development for local food. The factors that directly bring positive effect on the behavior of local food business development are education, perception, roles of group leader and attitude. The factor that directly brings negative effect the on the behavior of business development of local food is interest. The lower the interest of the society, the higher the society�s behavior of the development of local food business. This is due to different interest with the community that has already conducted business development of local food of which the commodity is tubers. This community has a low interest, but high behavior because they do not face a high difficulty level in obtaining the raw ingredients and in marketing, while the new community has a high interest yet low behavior due to the fact that obtaining the raw ingredients and marketing are still difficult. The factors that bring indirect effects on the behavior of local food business development are: age, education, the role of mentor, the role of group leader and interests.

Kata Kunci : Perilaku,Pengembangan Usaha, Pangan lokal, MP3KI, Gunungkidul

  1. S2-2016-373370-abstract.pdf  
  2. S2-2016-373370-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-373370-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-373370-title.pdf