Pengelolaan Hutan Rakyat Adaptif (Kearifan Masyarakat Menghadapi Kompleksitas, Ketidakpastian dan Perubahan Lingkungan)
SILVI NUR OKTALINA, Prof. Dr. San Afri Awang; Dr. Slamet Hartono; Dr. Priyono Suryanto
2016 | Disertasi | S3 Ilmu KehutananHutan rakyat menunjukkan peran pentingnya baik dari perspektif sosial, ekonomi, budaya serta lingkungan. Peran penting ini tidak hanya di Indonesia namun dibelahan dunia juga sebagai model pengelolaan prospektif pohon di luar hutan (trees out side forest). Perkembangan ini menjadikan hutan rakyat sangat strategis karena pada saat yang bersamaan pengelolaan hutan secara umum menunjukkan adanya kerusakan. Hutan rakyat yang terus berkembang menjadi alternatif model pengelolaan hutan di masa mendatang karena tingkat sustensi dan keluwesan dalam pengelolaannya. Namun hutan rakyat mempunyai kompleksitas, ketidakpastian dan perubahan yang akan menjadi kunci permasalahan di masa mendatang, maka penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengeksplorasi dan mengklarifikasi kompleksitas, ketidakpastian dan perubahan pengelolan hutan rakyat adaptif, (2) memahami dan menguji pengaruh kompleksitas, ketidakpasitan dan perubahan dalam pengelolaan hutan rakyat adaptif, dan (3) memahami dan menguji dampak ekonomi, sosial budaya dan lingkungan dari kegiatan pengelolaan hutan rakyat adaptif. Lokasi penelitian di Kabupaten Gunungkidul dalam rentang waktu tahun 2011-2014. Survei dilakukan dengan kuisioner terhadap 226 responden. Wawancara dilakukan terhadap tokoh kunci pengelolaan hutan rakyat. Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi pengelolaan hutan rakyat. Trianggulasi data dilakukan untuk verifikasi validitas data yang diperoleh. Analisis confirmatory model pengelolaan hutan rakyat adaptif dan dampaknya menggunakan Structural Equation Modeling dengan aplikasi AMOS. Teknik skoring digunakan untuk menganalisis motivasi petani sedangkan multikriteria analisis (MCA) digunakan untuk mengukur dominasi modal petani dalam mengelola hutan rakyat. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kompleksitas pengelolaan hutan rakyat ditujukkan dengan banyaknya para pihak, modal dan motivasi petani yang berbeda dalam pengelolaan hutan rakyat. Ketidakpastian yang berpengaruh dalam pengelolaan hutan rakyat dari aspek pasar dapat dilihat dari banyaknya aktor (petani, pengepul, kelompok tani, koperasi, pedagang dan konsumen) dan 5 pola peredaran kayu rakyat. Perubahan yang berpengaruh dalam pengelolaan hutan rakyat meliputi teknologi (jenis unggul, pengolahan hasil hutan rakyat, teknik silvikultur yang digunakan), peraturan pengelolaan dan peredaran hasil hutan rakyat (2) Kompleksitas dan perubahan berpengaruh positif terhadap pengelolaan hutan rakyat, sedangkan ketidakpastian tidak terbukti berpengaruh positif terhadap pengelolaan hutan rakyat. (3) Pengelolaan hutan rakyat adaptif berdampak positif terhadap kondisi ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Hutan rakyat berkontribusi sebesar 13%-40% terhadap pendapatan petani, 0,8%-1,5% dari total PAD kabupaten dan 22%-44% dari total PAD desa. Aspek sosial budaya pengelolaan hutan rakyat berdampak pada tatakelola kelembagaan kelompok tani yang semakin baik, kepercayaan dan jaringan antar petani, kelompok tani serta pedagang semakin tinggi, memberikan peluang pekerjaan dan memunculkan peraturan lokal. Dampak lingkungan ditandai dengan keanekaragaman satwa dan jenis pohon semakin tinggi, munculnya sumber mata air, iklim mikro yang semakin baik serta erosi dan tanah longsor dapat dicegah.
The community forest have important role on social, economic, cultural and environmental perspective. This important role is not only in Indonesia, but parts of the world as well as prospective management model trees outside the forest (ToF). This makes the development of community forest is very strategic because at the same time state forest management is decreasing. The community forest is evolving into an alternative model of forest management in the future because of the sustainability and flexibility in its management. However, community forest have the complexity, uncertainty and change will be a key issue in the future, the study aims to: (1) to explore and clarify the complexity, uncertainty and change the community forest adaptive management, (2) to understand and test the effect of complexity, uncertainty and changes in change the community forest adaptive management and (3) to understand and examine the impact of the community forest adaptive management to economic, social, cultural and environmental condition. The research location is in the Gunungkidul district, within 2011-2014. The survey was conducted by questionnaire to 226 respondents. Interviews were conducted with key person that involve on the community forests management. Observations carried out to determine the condition of community forest management. Data triangulation carried out to verify the validity of the data obtained. Scoring techniques used to analyze the motivation of farmers while multicriteria analysis (MCA) was used to measure the asset domination of farmers in managing community forest. Analysis confirmatory community forest adaptive management model and its impact to social, economic and environment condition using Structural Equation Modeling with AMOS. The results showed: (1) The complexity of community forest management involving the stakeholder, and capital as well as in relation to motivations different farmers in community forest management. Uncertainty influential people in forest management aspects of the market can be seen from the number of actors (farmers, wholesalers, farmers' groups, cooperatives, traders and consumers) and 5 model of value chain. Changes that affect the community forest management includes technologies (type of superior plants, processing and silvicultural techniques used), regulatory management and distribution of forest products, (2) Complexity and change in a positive influence on the management of public forests, while uncertainty is not proven positive effect to the management of community forests, (3) The management of public forests adaptive positive impact on the economic, social, cultural and environmental. Community forest can contribute for 13-14% of the income of farmers, 0,8 to 1,5% of revenue counties and 22-44% of PAD village, social and cultural aspects of community forest management governance impact on the establishment of farmers groups, trust and networks among farmers, farmer groups and traders, opening job opportunities and bring local regulations. The environmental impact of community forest management is characterized by the diversity of wildlife and tree species, the emergence of springs, microclimate and reduced erosion and landslides.
Kata Kunci : adaptif, aset, hutan rakyat, kompleksitas, ketidakpastian, perubahan, motivasi