Laporkan Masalah

Kajian Peluang dan Tantangan Pengentasan Rawan Pangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai: Ketersediaan, Akses, Pemanfaatan, Kebijakan Pangan, dan Lingkungan

MANIK NUR HIDAYATI, Dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kerawanan pangan merupakan masalah multidimensional yang mencakup aspek ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan 2015 Kabupaten Kepulauan Mentawai termasuk dalam daerah prioritas dua. Hal ini disebabkan karena produksi pangan pokoknya belum mampu memenuhi kebutuhan penduduknya, tingginya angka kemiskinan, dan akses infrastruktur dasar yang kurang memadai. Pemangku kepentingan memegang peranan penting dalam penyelesaian masalah ini. Komitmen pemangku kepentingan dapat dilihat dari program dan kebijakan pangan daerah. Di sisi lain sistem pangan memberikan efek timbal balik bagi lingkungan atau biasa dikenal dengan sustainable food system. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang dan tantangan pengentasan rawan pangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai dilihat dari aspek ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan kebijakan pangan serta hubungan sistem pangan terhadap lingkungan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus pada kondisi kerawanan pangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan FGD dengan para pemangku kepentingan serta observasi lapangan. Data sekunder didapatkan dari dokumen instansi terkait. Hasil: Peluang pengentasan rawan pangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah peningkatan produktivitas pangan lokal, perbaikan akses fisik dan ekonomi, bantuan pangan untuk kelompok ekonomi kurang, dan pencanangan intervensi gizi spesifik. Tantangan yang dihadapi dalam pengentasan rawan pangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah kurangnya regenerasi keterampilan produksi dan pengolahan pangan lokal, belum berjalannya sistem kelembagaan pangan, akses yang sulit, potensi bencana, minimnya infrastruktur penunjang, dan belum ada keberlanjutan program pangan. Interaksi sistem pangan dan lingkungan dapat dilihat dari kebijakan program pemerintah yang mempertahankan produksi pangan lokal dengan mempertimbangkan preferensi makan masyarakat. Tantangan yang dihadapi adalah adanya pergeseran preferensi makanan pokok lokal menjadi beras. Kesimpulan: Pengentasan rawan pangan di Kabupaten Kepulauan Mentawai harus dilakukan dengan integrasi lintas sektor. Pencanangan program jangka panjang perlu mengutamakan pengembangan potensi lokal daerah.

Background: Food insecurity is a multidimensional problem that includes availability, access, and utilization. According to the 2015 Food Security and Vulnerability Atlas Mentawai was categorized as priority group 2. These district still not producing enough food to fulfil the consumption requirements of their peoples, high poverty rate, and limited access to basic infrastructure. Stakeholder have an important role in creating policies and program to facilitate this issue. In the other hand food system also have a mutual effect with environment or commonly known as sustainable food system. Objective: The purpouse of this research was to assess the opportunities and challenges of food insecurity alleviation in its availability, access, utilization, and policy of food and analyze its sustainability issues. Method: This reaserch was a qualitative case study. Primary data were obtained from in-depth interview and focus group discussion with stakeholder and field observation. Secondary data analized from documents from related agencies. Result: Opportunities to alleviate food insecurity in Mentawai are increasing local food production, improving physical and economic access, food subsidy program, and nutrition specific intervention. Challenges faced in alleviating food insecurity are lack of regeneration skills of local food production and processing, unsustainable program, disaster risk, and limited transportation infrastructure. The interaction of the food system and environment can be seen from the government�s policy program which sustain local food production. The challenge of sustainability is the shift of staple food preferences into rice. Conclution: The alleviation of food insecurity in Mentawai should be done with multi sectoral approach. Long-term food insecurity alleviation program need to maximize the local potential to ensure its sustainability.

Kata Kunci : kerawanan pangan, ketersediaan pangan, akses pangan, pemanfaatan pangan, kebijakan pangan, sustainable food system

  1. S2-2016-371653-abstract.pdf  
  2. S2-2016-371653-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-371653-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-371653-title.pdf