KAJIAN DISTRIBUSI KERUANGAN IMBUHAN AIRTANAH BEBAS UNTUK PENGELOLAAN AIRATANAH DI SUB DAS KUNING DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
NUR EINY S. SELIDA, Dr. Langgeng Wahyu Santosa, M.Si.; Prof. Dr. Ig. L. Setyawan Purnama, M. Si
2016 | Tesis | S2 GeografiPengelolaan terhadap kawasan resapan air dikaitkan dengan batasan daerah aliran sungai (DAS). Airtanah dilereng selatan Gunungapi Merapi merupakan Sistem Akuifer Merapi (SAM) yang memiliki potensi sumberdaya air yang baik. DAS Kuning merupakan daerah imbuhan yang potensial. Informasi tentang kondisi daerah resapan yang merupakan daerah imbuhan airtanah suatu tempat penting untuk disajikan sebagai perencanaan sumberdaya air, khususnya airtanah. Penyajian distribusi keruangan imbuhan airtanah dapat memudahkan melihat kondisi secara keruangan daerah kajian terkait kondisi dan parameter yang mempengaruhi imbuhan airtanah. Tujuan penenlitian adalah menganalisis distribusi keruangan imbuhan airtanah, bagaimana potensi airtanah di DAS Kuning untuk memenuhi kebutuhan domestik dan menyusun strategi pengelolaan airtanah di DAS Kuning. Metode yang digunakan menggunakan klasifikasi ESDM yaitu Panduan Teknis Pengelolaan Airtanah (Badan Geologi, 2007) menggunakan lima parameter yaitu kelulusan batuan, curah hujan, penutup tanah, kemiringan lereng dan kedalaman muka airtanah yang kemudian dioverlay dan dilakukan skoring. Metode strategi pengelolaan airtanah dengan pendekatan analisis diskriptif dan wawancara nara sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh bagian DAS Kuning masuk pada klasifikasi imbuhan utama yang sangat potensial untuk dapat mengimbuh airtanah. Kabutuhan domestik di DAS Kuning sebesar 2.306.362 l/tahun, sedangkan untuk potensi yang ada 3.085.82liter/tahun. Strategi pengelolaan airtanah yang diterapkan di DAS Kuning melalui pendekatan teknis melalui kegiatan konservasi, pelestarian dan pengawatan, sedangkan pendekatan institusi melalui pengendalian dan pengawasan untuk menjaga kuantitas dan kualitas daerah imbuhan baik dan bersifat jangka panjang.
The management of water recharge area is connected to the boundaries of related watershed. Groundwater in the southern slopes of Merapi Volcano is part of the Merapi Aquifer System, which has significant potential for water resource. Kuning Watershed is a potential groundwater recharge area. Therefore, detailed information on its condition becomes necessary to be presented and considered in water resource management planning, particularly for groundwater. Visual presentation on the spatial distribution of groundwater recharge accommodates spatial analysis on the condition and influencing parameters of groundwater recharge. The research aims to analyze the spatial distribution of groundwater recharge, to determine the groundwater potential of Kuning Watershed for domestic water supply, and to arrange groundwater management strategy in Kuning Watershed. It is based on the ESDM (Ministry of Energy and Mineral Resources) classification provided by the Geology Agency in 2007, namely the Groundwater Management Technical Guide, which emphasizes five parameters: lithology (porosity), rainfall, land cover, slope, and groundwater table. The overlaid and scored parameters are used as considerations in arranging groundwater management strategy, which was analyzed descriptively and according to the results of interviews of key informants. The results show that every part of Kuning Watershed is classified as a main recharge area with very significant potential for groundwater recharge due to its capacity of 3,085,820 liter/year, able to meet domestic water needs at 2,306,362 liter/year. Accordingly, groundwater management strategy in Kuning Watershed applies technical approach, i.e. conservation and preservation, and institutional approach, i.e. control and monitoring, in order to sustain the quantity and the quality of recharge area.
Kata Kunci : airtanah, daerah resapan air, strategi pengelolaan airtanah.