Laporkan Masalah

PENYUSUNAN MODEL ALAMAT DAN KERANGKA KERJA GEOCODING UNTUK WILAYAH PERKOTAAN DI INDONESIA

NI PUTU PRAJA C, Dr. Heri Sutanta; Dr. Trias Aditya K.M.

2016 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Alamat adalah pengidentifikasi lokasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Alamat digunakan dalam banyak aplikasi, seperti layanan pengiriman surat dan paket, pajak, dan layanan gawat darurat. Model alamat setiap negara berbeda. Perbedaan model alamat disebabkan oleh adanya perbedaan bahasa, budaya dan sistem penataan kota. Model alamat untuk wilayah perkotaan di Indonesia bervariasi, sehingga diperlukan suatu standar agar dapat melakukan geocoding alamat. Geocoding alamat menjadi data spasial dapat dilakukan apabila terdapat address locator. Salah satu model address locator yang disediakan oleh ESRI adalah USAddress. Letak nomor rumah pada format alamat yang digunakan pada USAddress adalah sebelum nama jalan. Model seperti ini digunakan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Autralia, dan Belanda. Format alamat di Indonesia berbeda dengan format yang digunakan pada USAddress. Nomor rumah di Indonesia ditulis setelah nama jalan. Oleh karena itu perlu dibuat model alamat dan kerangka kerja geocoding yang dapat memfasilitasi pelaksanaan geocoding di wilayah perkotaan di Indonesia. Penelitian ini terdiri atas beberapa tahap. Tahap pertama adalah mengumpulkan data yang diperlukan untuk penelitian. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah aturan alamat, data spasial dan data referensi. Aturan alamat diperoleh melalui survei langsung dan penjelajahan website. Data referensi diperoleh melalui digitasi citra, data alamat diperoleh melalui survei langsung ke lapangan dan penjelajahan website. Tahap kedua adalah membandingkan aturan-aturan yang diperoleh dibandingkan dan dibuat sebuah usulan model alamat. Tahap ketiga adalah modifikasi address locator sesuai dengan usulan alamat. Tahap terakhir adalah uji coba address locator untuk melakukan geocoding alamat. Uji coba geocoding menggunakan 108 buah alamat yang ada di Kota Yogyakarta. Alamat yang digunakan adalah alamat yang memiliki karakteristik alamat perkotaan. Hasil penelitian ini adalah model alamat dan kerangka kerja geocoding. Model alamat terdiri atas istilah terkait alamat, komponen alamat, penamaan jalan, penomoran objek alamat, dan kerangka geocoding untuk wilayah perkotaan di Indonesia. Model alamat digunakan sebagai landasan dalam modifikasi address locator. Address locator hasil modifikasi bernama INAAddress. INAAddress terdiri atas empat buah model address locator yaitu Single House, Street Name, One Range, dan Dual Range. Hasil uji coba geocoding menggunakan INAAddress adalah sebagai berikut, Single House menghasilkan alamat yang sesuai sebanyak 105 buah dan tied sebanyak 3 buah; Street Name menghasilkan alamat yang sesuai sebanyak 5 buah; One Range menghasilkan alamat yang sesuai sebanyak 97 buah dan tidak sesuai sebanyak 51 buah; dan Dual Ranges menghasilkan alamat yang sesuai sebanyak 108 buah.

Address is a location identifier which is used by most people in the world. Address is used for many application, such as package and letter delivery services, tax management, and emergency services. Each country has different address model which is caused by the differences in language, the culture and the city planning system. Model of address for urban areas in Indonesia varies, hence we need a standard that can perform geocoding addresses. Address locator is needed to transform addresses into spatial features. One of address locator provided by ESRI is USAddress, an address locator used in the United States. USAddress put the house number before the street name. This model of address is also used in Australia and Netherlands. Indonesia has a different model in writing address. The house number is put after the street name. Therefore, address model and geocoding framework are needed to facilitate the implementation of geocoding for urban areas in Indonesia. This research consisted of four stages. The first stage of this research was collecting data. This research needed rules of address, reference data and addresses. Address rules were obtained through direct surveys and browsing. Reference data were obtained through image digitization and address data were obtained through surveys directly to the field and browsing. The second stage of this research was comparing rules of addresses to make a proposed address model. Third stage of this research was transforming proposed address model into an address locator. The last stage of this research was geocoding of 108 addresses. The results of this research were address model and geocoding framework. Address model consisted of terms related to address, address components, procedures of naming address and numbering address object. The result of address locator modification was an address locator named INAAddress. INAAddress consisted of four types of address locators, Single House, Street Name, One Range and Dual Range. INAAddress can facilitate geocoding addresses in Indonesia. The results of geocoding addresses were as follows, Single House : matched 105 addresses and tied 3 addresses; Street Name: matched 5 addresses; One Range : matched 97 addresses and unmatched 51 addresses; and Dual Ranges: matched 108 addresses.

Kata Kunci : model alamat, geocoding, kerangka kerja, alamat, address locator, perkotaan