KETERIKATAN ASET PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI WINONGO KOTA YOGYAKARTA
MUHAMMAD KHOLIF, Dr. Ir. Budi Prayitno, M. Eng.
2016 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturSungai Winongo sebagai aset alam, permukiman bantaran tersebut memiliki aset-aset penunjang mataharian seperti aset ekonomi, aset sosial, aset budaya, dan aset fisik (infrastruktur). Masalah-masalah tersebut berkaitan dengan keterikatan tempat (attachment to place), yakni sejauh mana masyarakat daerah bantaran sungai Winongo terikat dan membutuhkan daerah aset tersebut sebagai sumber penghidupan masyarakat. Tesis ini bertujuan mengetahui pola keterikatan aset (attachment to place) permukiman bantaran sungai Winongo. Metode penelitian dilakukan dengan teknik kuesioner dan wawancara terstruktur yang dibagikan kepada pengguna aset mata pencaharian (urban livelihood) permukiman bantaran sungai Winongo. Penilaian pola keterikatan dikaitkan dengan kondisi fisik (aset) dan aktivitas (attachment) yang ada. Hasil penelitian menunjukkan pola pemanfaatan aset terbentuk karena integrasi faktor aksesibilitas, keamanan dan jenis aset. Sedangkan faktor kenyamanan, livabilitas, sarana, dan prasarana tidak terlalu berpengaruh terhadap intensitas keterikatan. Kegiatan di aset yang tidak layak dapat terjadi tanpa adanya sarana-prasarana yang memadai. Namun dengan adanya kunjungan tetap dapat menarik pengunjung lainnya, kegiatan yang terjadi di aset tersebut merupakan embrio atau generator pembentuk aset baru urban livelihood.
Winongo riverbank as natural assets, the settlement has assets to support people's earning as economic, social, cultural assets, and physical assets (infrastructure). The problems are related to the attachment to place to which local communities along Winongo riverbank bound and need the area as the source of livelihood. This study aims to determine the pattern of attachment to place in the settlement area of Winongo riverbank. The research methods are by using questionnaires and structured interviews were shared with urban livelihood in settlement area of Winongo riverbank. Assessment in attachment patterns is associated with existing physical conditions (assets) and activity (attachment). The result shows that pattern of asset utilization is formed by several factors such as integration in accessibility, security, and asset type. The factors of comfort, livability, facilities, and infrastructures have little influence on the intensity of the attachment. Activity in the asset that is not worth can occur due to the absence of adequate infrastructure. Yet, because of many visitors, the activities that occur in these assets can become embryo or generator forming a urban livelihood new assets.
Kata Kunci : Kata Kunci: aset mata pencaharian, keterikatan tempat, aset, permukiman