EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PADA SEKRETARIAT PENGADILAN PAJAK JAKARTA
NOURINA ISNA SEPTIANI, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt., CA.
2016 | Tesis | S2 AkuntansiPengadilan Pajak sebagai suatu entitas pelayanan terhadap masyarakat memerlukan pemahaman mengenai SPI agar mencegah timbulnya penyelewengan. Penerapan SPI menjadi penopang reformasi keuangan negara yang harus dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keefektifan penerapan Sistem Pengendalian Internal pada Sekretariat Pengadilan Pajak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Responden pada penelitian ini adalah pejabat atau pegawai yang bekerja di lingkungan Sekretariat Pengadilan Pajak. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dari kelima unsur SPI, empat diantaranya berada pada kategori cukup efektif, sedangkan unsur informasi dan komunikasi berada pada kategori kurang efektif. Hambatan-hambatan yang terjadi pada penerapan SPI diantaranya adalah perlunya pemetaan risiko terkait pihak eksternal, SOP yang belum mencakup keseluruhan aktifitas organisasi khususnya aktifitas non rutin, terbatasnya jumlah sumber daya manusia, dan sarana dan prasarana yang kurang memadai. Dapat disimpulkan bahwa penerapan SPI pada lingkungan Sekretariat Pengadilan Pajak sudah cukup efektif.
Tax Court as an entity of public service requires an understanding of SPI in order to prevent abuses. The implementation of SPI became the backbone of the reformation of country's financial that must be implemented based on the principles of good governance. This study aimed to analyze the effectiveness of the implementation of the Internal Control System in the Secretariat of Tax Court. The type of study is descriptive qualitative by approaching a case study. Data of study is gathered by observation, interview, documentation, and questionnaire. Respondents in this study is an officer or employee working in the Secretariat of the Tax Court. The results of data analysis showed that of the five elements of SPI, four of which are in a category that is quite effective, while information and communication is less effective. The obstacles that occur in the implementation of SPI include the need for external parties associated risk mapping, SOP not cover the whole organization's activities, particularly non-routine activities, the limitation of human resources, and facilities and infrastructure are inadequate. It can be concluded that the implementation of SPI on the Secretariat of Tax Court has been quite effective.
Kata Kunci : Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, Pemantauan, Efektifitas