Laporkan Masalah

Proses penyusunan rencana strategis dan keterkaitan substansi antara renstra dan RTRW Kabupaten Lampung Selatan

RIZAL, Yosya, Ir. A. Djunaedi, MUP.,PhD

2002 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Proses perencanaan strategis di dalam berbagai kasus penerapannya diketahui tidak mempunyai versi yang baku. Rencana strategis juga mempunyai unsur-unsur strategis yang memungkinkan dapat diterapkan di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) atau sebaliknya RTRW yang mempunyai model perencanaan komprehensif keruangan dapat diterjemahkan ke dalam Rencana Strategis Pembangunan. Untuk mengetahui ragam penerapen perencanaan strategis serta keterkaitan substansi antara Renstra dan RTRW, dilakukan suatu penelitian yang difokuskan pada (1) proses perencanaan strategis dan (2) keterkaitan substansi antara Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini antara lain bertujuan (1) mendeskripsikan proses perencanaan strategis dan (2) mendeskripsikan keterkaitan substansi antara Rencana Strategis dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Metode penelitian proses penyusunan Rencana Strategis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan “empirical-analytic”,teknik analisisnya adalah “rational-comparative ”. Untuk keterkaitan substansi Renstra dan RTRW Kabupaten Lampung Selatan digunakan pendekatan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian dan pembahasan komparasi menunjukkan bahwa proses perencanaan strategis Kabupaten Lampung Selatan mempunyai ragam penerapan tersendiri dan berlangsung melalui tahapan-tahapan kegiatan interaktif yang meliputi (1) dukungan dan kesepakatan awal, (2) kaji potensi dan serap aspirasi, (3) merumuskan visi, misi, tujuan dan sasaran, (4) analisis lingkungan internal, ( 5 ) analisis lingkungan eksternal, (6) merumuskan isu strategis dan kebijakan pembangunan (7) inenunuskan program pembangunan dan kegiatan strategis Keterkaitan substansi antara Rencana Strategis dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan tingkat keterkaitan yang tinggi, seperti tema-tema yang terkandung di dalam kedua rencana dimaksud. Keterkaitan tersebut dapat disebabkan seperti terdapatnya: ( 1 ) keterkaitan atau penggabungan pelaku penyusun kedua rencana (2) keterkaitan kedudukan dan hubungan kedua rencana tersebut di dalam sistem perencanaan Lampung Selatan (3) keterkaitan kronologis/urutan waktu penyusunan kedua rencana dimaksud melalui penggunaan konsep perencanaan terpadu Lampung Selatan. Konsep perencanaan terpadu Lampung Selatan, yang merupakan suatu strategi awal di dalam sistem perencanaan pembangunan yang disepakati dengan tujuan mensinergikan antara perencanaan pembangunan sampai dengan pelaksanaan pembangunan terhadap pertanggung-jawaban pelaksanaan pembangunan oleh Kepala Daerah, yakni disepakatinya tentang pemakaian konsep pemikiran strategis di dalam alur perencanaan pembangunan Lampung Selatan. Berdasarkan penerapan konsep perencanaan terpadu tersebut ditemukenali keterkaitan dari proses kronologis atau urutan waktu penyusunan Renstra dan RTRW Lampung Selatan, sehinggga keterkaitan substansi antara Renstra dan RTRW tersebut dapat menunjukkan karakteristik tentang perencanaan keruangan strategis di Kabupaten Lampung Selatan

The planning process in strategic planning is characterized by the absence of standardized measures in its implementation cases. Strategic planning contains strategic plans capable of being implemented in the spatial planning of urban and rural areas (RTRW), while in turn the spatial planning of urban and rural areas which encompasses a comprehensive approach to spatial planning can be transformed into and implemented in the strategic planning processes (RENSTRA). In order to understand the various implementation methods implemented within the strategic planning approach and to understand the substantive relation between the strategic planning processes (RENSTRA) and the spatial planning of urban and rural areas (RTRW), the research was conducted to have the following focus: (1) The strategic planning process and its implementation, (2) The substantive relation between strategic planning and spatial planning within the Regency of Lampung Selatan. The goals of the research were, among others: (1) to describe the process for conducting strategic planning, (2) to describe the substantive relation between strategic planning and spatial planning within the Regency of Lampung Selatan. The research on strategic planning employed the qualitative method, the empiric analytical approach and the “rational-comparative” analysis technique. The substantive relation between strategic planning and spatial planning within the Regency of Lampung Selatan was analyzed through the content analysis approach. Comparative discussion and research results showed the strategic planning process in the Regency of Lampung Selatan to have a distinctive variety of implementation methods that proceed through various stages of the interactive program, i.e. (1) initial agreement and support, (2) potential assessment and accommodation of aspirations, (3) formulation of vision, mission, goals and targets, (4) analysis of the internal environment, (5) analysis of the external environment, (6) formulation of strategic issues and development policies, (7) formulation of development programs and strategic activities. The substantive relation between the strategic planning and the spatial planning of Lampung Selatan showed the presence of an intricate relation manifested in themes embedded within the plans themselves, e.g. (1) the relation or the integration / consolidation of planners / planning actors, (2) the interrelation of the level & system of the two planning approaches in the development planning system of Lampung Selatan, (3) chronological relations in the development of the two planning approaches through the concept of integrated planning in Lampung Selatan. The concept of integrated planning in Lampung Selatan is designated as an initial strategy for the system of development planning that has received common consensus. The objectives of development planning is to integrate and synchronize development plans in its planning stage, implementation stage and control & monitoring/evaluation stage by the district head or head of the region, thus refenring to the agreement for implementation of strategic planning within the context of Lampung Selatan’s development planning. Analysis and implementation of the integrated planning concept function to identifj and understand the chronological processes involved in the formulation of the strategic plans and the spatial plans for Lampung SeIatan, thus the substantive relation between strategic planning and spatial planning functions to show the characteristics of the strategic plans implemented in Lampung Selatan.

Kata Kunci : Tata Ruang Wilayah,Rencana Strategis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.