Laporkan Masalah

Analisis tingkat perkembangan kawasan tumbuh cepat Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu

BACHTARUDDIN, Ir. Gunung Radjiman, MSc

2002 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Penelitian ini berjudul Analisis Tingkat Perkembangan Kawasan Tumbuh Cepat Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu, yang bertujuan untuk mengenali faktor-faktor yang mendorong dan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan kawasan serta mengkaji proses pertumbuhan kawasan, yslitu dengan melihat karakteristik dan pola keruangannya. Hasil identifikasi faktor-faktor pertumbuhan tersebut selanjutnya dapat di pakai untuk keperluan proyeksi, pengendalian pertumbuhan maupun perencanaan lebih lanjut. Kawasan pinggiran Kota yang terletak disebelah utara Kota Bengkulu ini tepatnya pada Kecamatan Muara Bangkahulu merupakan sebagian dari Kawasan pinggiran Kota yang berkembang cukup pesat. Perkembangan Kawasan disebelah utara Kota Bengkulu ini secara ekonomis menguntungkan, namun demikian mengingat kawasan sebelah utara Kota Bangkulu ini sebagian dialokasikan sebagai kawasan pertanian, pertumbuhan di kawasan ini perlu lebih dicermati. Penelitian ini dilakukan pada Kecamatan Muara Bangkahulu yang terdiri dari 5 (lima) desa yaitu Desa Rawa Makmur, Desa Kandang Limun, Desa Pematang Gubernur, Desa Bentiring dan Desa Beringin Raya Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi pertumbuhan kawasan Muara Bangkahulu ini. Pengertian aksesibilitas disini adalah jarak atau letak kawasan terhadap pusat pertumbuhan (kota) serta tersedianya jaringan jalan yang ada. Selanjutnya faktor kondisi fisik alam, tersedianya fasilitas dan utilitas kawasan serta faktor penduduk, juga merupakan faktor internal penting yang mernpengaruhi pertumbuhan kawasan. Disamping faktor internal, faktor eksternal juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kawasan, yaitu adanya kebijakan Pemerintah Daerah tentang pembangunan perumahan murah yang berlokasi di beberapa desa dalam kawasan Muara Bangkahlu. Peran kebijakan pemerintah jugn sangat penting terutama dalam pengeluaran izin lokasi untuk menjamin kesesuaian antara pelaksanaan pembangunan oleh masyarakat, dunia usaha dan swasta serta pemerintah dengan arahan pengembangan dan juga untuk menjamin tercapainya tujuan pengembangan wilayah yang diemban lokasi tadi dengan memptimbangkan kualitas ruang yang ada. Di Desa Rawa Makmur lebih pesat pertumbuhannya dibandingkan dengan desa-desa lainya, hal ini dikarenakan letak Desa Rawa Makmur yang relatif dekat dengan pusat pertumbuhan (kota), sedangkan lahan Di desa Rawa Makmur sebagian besar merupakan lahan persawahan. Sedangkan Desa Kandang Limun yang terdapat sebuah Perguruan Tinggi Negeri, maka banyak bermunculan jasa rumah kost, foto copi dan warung nasi, sehingga banyak lahan perkebunan yang berubah fungsi menjadi bangunan. Untuk keperluan pelestarian lingkungan, pengendalian kecepatan alih fungsi atau perubahan penggunaan lahan perlu dilakukan, yaitu antara lain dengan lebih mengintensifkan areal pertanian yang subur terutama di Desa Rawa Makmur, serta mengendalikan kepadatan bangunan. Hal ini dapat dilakukan dengan melalui lembaga perijinan yang ada seperti Dinas Tata Kota

The research entitled Analyzing the Development Level of Rapidly Developing Areas within the Muara Bangkahulu District, Bengkulu functioned to identify factors which fostered and influenced the areas’ rate of growth and development, as well as to analyze the growth and development process itself through its spatial patterns & characteristics. Factors fostering and influencing the region’s growth and development can be utilized for forecasting purposes, as well as for development planning and impact mitigation purposes. The suburban areas located within the District of Muara Bangkahulu to the North of Bengkulu is part of a larger suburban area with rapid growth and development. Although rapid growth & development of such areas are considered economically beneficial, such growth & development need to be observed and monitored due to the agricultural purpose that some of the land and the area served. Research was conducted in the Muara Bangkahulu District, which is comprised of five villages, namely Rawa Makmur, Kandang Limun, Pematang Gubernur, Bentiring and Beringin Raya Research results showed accessibility to be the dominating factor influencing the growth & development of areas within Muara Bangkahulu. Accessibility refers to the distance from different locations within Muara Bangkahulu to the city center asthe center of growth & development. In addition, accessibility also refers to the availability and the distance to the road network system. Moreover, the physical characteristics of the topography, the availability of public facilities and infrastructure and the component of the population ware also considered the internal factors fostering and influencing the areas' growth and development In addition to such internal factors, external factors also played a role in promoting and shaping the growth & development of the areas. Government policy over the construction of subsidized housing located in some of the villages within Muara Bangkahulu is an example of an external factor promoting & shaping the areas' growth and development. Government policy played an important role, especially in issuing location permits for assuring compatibility in the implementation stage conducted by the society and the business & private sector, in the planning projected and set forth by the government, and in achieving the goal of the development itself through carefit1 consideration over the quality and the carrying capacity of the area In comparison to others, the inore rapid development of Rawa Makmur was attributed to the strategic location of the city, namely its short distance to the urban center. The village of Kandang Limun experienced a more rapid growth and development due to the presence of a state university in the village, leading to the sprawling of boarding houses, copy centers and small restaurants. Therefore much of the agricultural land had been converted to building construction sites. Due to the rate of change in land use pattern, mitigation measured are required to ensure sustainability, i.e. through the intensification of agricultural land use in the fertile soil of the Rawa Makmur village and the monitoring of building construction density. Such measures can be achieved through the performance of permit and license granting institutions such as the State Agency for Spatial Planning and Development.

Kata Kunci : Perkembangan Kawasan,Tingkat Pertumbuhan,Kecamatan Muara Bangkahulu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.