PRAKTIK PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA SAAT PEMBERIAN SITOSTATIKA DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR MOEWARDI
SELLY RISTYA NINGSIH, Prof. dr. Adi Utarini MSc, MPH, PhD; Dra. L. Endang Budiarti, M. Pharm, Apt
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Sitostatika merupakan obat dengan kewaspadaan tinggi dan dianggap berbahaya oleh National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH). Sitostatika dapat menyebabkan penyakit serius jika terpapar dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karenanya, perawat harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai standar agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan saat bekerja. Tujuan: Mendeskripsikan praktik dan pengetahuan perawat dalam menggunakan APD saat pemberian sitostatika serta mengeksplorasi peran suportif pihak manajemen rumah sakit. Metode: Penelitian menggunakan mixed methods dengan desain sequential explanatory di ruang rawat inap Mawar 3 RSUD Dr Moewardi, Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi perawat-pasien menggunakan ceklis (150 observasi) dan wawancara mendalam (6 informan) dengan Perawat, Kepala Ruang Rawat Inap, Manajemen K3RS dan Manajemen PPI. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik Fisher Exact Test dan open coding untuk data kualitatif. Hasil: Hanya 56,7% perawat yang menggunakan APD lengkap saat pemberian sitostatika. Pengetahuan perawat dan manajemen rumah sakit mengenai risiko paparan sitostatika masih rendah, serta sarana APD belum memenuhi standar keselamatan dalam pemberian sitostatika. Penggunaan APD pada saat pemberian sitostatika tidak lengkap pada perawat dengan masa kerja yang lama (p<0,05), dan tidak berhubungan dengan pendidikan (p 0,41) dan pelatihan (p 0,07). Manajemen keselamatan dan kecelakaan kerja rumah sakit belum berfungsi. Kebijakan dan standar prosedur operasional khusus untuk penggunaan APD pada saat pemberian sitostatika belum tersedia. Kesimpulan: Perawat berisiko tinggi karena tidak menggunakan APD pada saat pemberian sitostatika serta manajemen rumah sakit belum berperan dalam melindungi perawat yang melayani pasien kanker. Dengan semakin meningkatnya beban kanker di Indonesia, maka penting bagi manajemen untuk menerapkan prinsip keselamatan dan kecelakaan kerja rumah sakit dalam pelayanan kanker untuk melindungi perawat.
Background: Cytostatic was a form of drug which caused high alertness and considered as dangerous by National Institute of Occupational Safety and Health. The drugs can caused adverse effects health if exposured for long periods. Nurse must have to used standart personal protective equipment (PPE) in works. Objective: The aim of this study was to identify the compliance of wear nurse of Personal Protective Equipment (PPE) in administering cytostatic in ward Dr Moewardi Hospital. Method: This research used mixed method approach with sequential explanatory design (quantitative-qualitative). The data Collected through direct observation with checklist and indepth interview for Nurses, Consisted of mawar ward chief, Hospital Safety and Occupational Health Managers and Infection Prevention Managers. This analyzed using Fisher Exact Test with software statistics and open code matriks. Result and discussion: The practice of personal protective equipment in administering cytostatic in Mawar3 in ward room was affected with employment, but training and education not affected with completeness APD. Manager knowledge about quality PPE still low. The nurses knowledge on the effects of exposure to cytostatic still low. The specific policy and operational standart procedures PPE for administering didnt exist. Conclusion and recommendation: The nurses practices and knowledge used PPE for administer cytostatic still low, not yet set the policies and procedures used of PPE. Necessary to be motivation and understanding through training and intervention about knowledge hospital of Occupational safety and health especially for oncology chemotherapy to all of hospital employes, nurses, doctor, managers and directors.
Kata Kunci : Praktik, Alat Pelindung Diri, Sitostatika