PENGARUH BERKUMUR SETELAH APLIKASI FLUORIDE TOPIKAL TERHADAP KADAR FLUORIDE DALAM SALIVA, PLAK GIGI SETA Ph SALIVA PADA ANAK USIA 8-10 TAHUN
ESTER DWI CAHYADI, Dr. drg. Indah Titien S., SU., Sp.KGA(K)
2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KESEHATAN GIGI ANAKPencegahan merupakan perawatan terbaik dalam merawat karies gigi. Pencegahan karies gigi dapat dilakukan dengan memutuskan hubungan antara waktu, host, mokroorganisme, dan substrat. Aplikasi fluoride topikal berpengaruh terhadap faktor host seperti meningkatkan remineralisasi gigi, kadar fluoride saliva, pH saliva, dan pH plak. Dengan adanya intervensi dalam proses ini karies gigi dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar fluoride dalam saliva, pH saliva, dan pH plak antar aplikasi fluoride topikal yang dilanjutkan dengan berkumur dan tanpa berkumur. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu pada anak panti asuhan Karuna dengan rentang usia 8-10 tahun dengan pengukuran kadar fluoride saliva, pH saliva, dan pH plak pada saat sebelum aplikasi, sesaat setelah aplikasi, dan 72 jam setelah aplikasi fluoride topikal. Pengambilan sampel dilakukan dengan menampung saliva dan mengambil plak gigi dari setiap subyek penelitian. Hasil yang diperoleh diuji menggunakan paired t-test dan repeated ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan tidak berkumur setelah aplikasi fluoride topikal akan meningkatkkan pH saliva dan kadar fluoride saliva dengan nilai p < 0,05, sedangkan berkumur setelah aplikasi fluoride topikal akan meningkatkan pH plak dan kadar fluoride saliva dengan nilai p < 0,05. kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi fluoride topikal yang diikuti dengan berkumur maupun tidak berkumur dapat mempertahankan kadar fluoride dalam mulut dan
The aim of this research is to know the difference of salivary pH, plaque pH, salivary fluoride level between the group that rinse with water after topical fluoride application and non rinse group after topical fluoride application. This research is using quasi experimental design from children at the age range 8 to 10 years old from Karuna orphanage by measuring the salivary pH, plaque pH, and salivary fluoride level from before, directly after, and 72 hours after topical fluoride application. Saliva and plaque sample is collected on every subject and analyzed with paired t- test dan repeated ANOVA. The result of this research shows that not rinsing after topical fluoride application will significantly increase the salivary pH and salivary fluoride level ( p < 0,05 ), on the other hand rinsing after topical fluoride application will significantly increase the plaque pH and salivary fluoride level ( p < 0,05 ). It can be concluded that topical fluoride application followed by rinsing or not rinsing can maintain the salivary fluoride level and increase the pH level of plaque and saliva
Kata Kunci : karies gigi, pH plak, pH saliva, kadar fluoride saliva, fluoride topikal