PERSEPSI KLINISI YANG BEKERJA DI RS MITRA PARAMEDIKA TERHADAPBIAYA PAKET INA CBGs DAN PATIENT SAFETY
KINTEL EDY O. , DR. Dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang:Pemerintah menetapkan kebijakan standarisasi tarif JKN dengan menggunakan INA CBGs. Tantangan terbesar pelaksanaan managed care adalah kesiapan dan kemauan para dokter, terutama dokter spesialis dan pihak rumah sakit untuk menerima resiko finansial dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada kelompok peserta. Adanya insentif finansial untuk efisiensi dapat saja menimbulkan kekhawatiran bahwa dokter/RS tidak akan memberikan yang terbaik, mengurangi/menurunkan pelayanan yang selayaknya harus diberikan. Peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit saat ini tidak hanya memperhatikan dari segi quality saja, tetapi juga berbasis pada safety,karena keselamatan pasien merupakan prinsip dasar dari pelayanan terhadap pasien dan komponon penting dari mutu manajemen. Program pelayanan kesehatan akan berjalan dengan baik apabila ada hubungan yang harmonis diantara dokter dan rumah sakit tanpa mengesampingkan profesi-profesi yang lain dalam lingkup rumah sakit. Persepsi-persepsi yang ada perlu disinkronkan, karena persepsi seorang yang satu terhadap yang lain sering berbeda dan subyektifitasnya tinggi, maka antar petugas pelayanan kesehatan di rumah sakit terutama dari sisi dokter dan pihak manajemen rumah sakit perlu menyamakan persepsi agar penilaian-penilaian yang dilakukan terhadap program maupun kebijakan mendekati obyektifitas. Tujuan:penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi klinisi yang bekerja di RS Mitra Paramedika terhadap biaya paket INA CBGs dan patient safety. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Subjek penelitian adalah Dokter Spesialis yang bekerja di RS Mitra Paramedika yang dipilih dengan metode total sampling. Hasil: Klinisi mempersepsikan bahwa pembayaran dengan biaya paket INA CBG�s merupakan sistem yang bagus namun perlu diperbaiki lagi karena tidak terlalu melibatkan faktor klinisi dalam menentukan harga. Adanya pembayaran dengan sistem paket ini mendorong klinisi untuk semakin meningkatkan kemampuan klinisnya dan hanya akan menggunakan pemeriksaan penunjang yang benar-benar ada implikasinya terhadap terapi kepada pasien. Secara umum pembayaran dengan paket INA CBGs mampu meningkatkan upaya keselamatan pasien. Kesimpulan: Persepsi klinisi dipengaruhi oleh faktor yang terkait dengan biaya paket INA CBGs. Manajer dan klinisi perlu bersama-sama meningkatkan pemahaman tentang sistem pembayaran INA CBGs.
Background:The government set the standardization policy JKN rates using CBGs INA. The biggest challenge the implementation of managed care is the readiness and willingness of doctors, especially specialists and the hospital to accept the financial risk of providing health care to the group. Financial incentive for efficiency may give rise to concerns that the doctor / hospital will not give you the best, reduce / lower the service should be provided. Improving quality of care in hospitals today not only pay attention to in terms of quality, but also based on safety, the safety of patients is the basic principle of service to patients and the importance of quality management komponon. Health care program will work properly if there is a harmonious relationship between doctors and hospitals without prejudice to other professions within the scope of the hospital. Perceptions that there needs to be synchronized, because the perception of the one against the other are often different and subjectivity is high, between health care workers in hospitals, especially in terms of doctors and the hospital management needs to make the perception that the assessments made to the program and policy approaches objectivity. Objective:This study aims to identify the perceptions of clinicians working in Mitra Paramedika hospital against INA CBG's packages and patient safety. Method: This research is descriptive qualitative data collection was conducted through interviews. The subject of research is the specialist doctor who worked at the hospital Paramedika Partners selected by total sampling method. Result: Clinicians perceive that the payment of the INA CBG packages a good system but it needs to be repaired again because not too involve clinicians factor in determining the price. Their payment system with this package encourages clinicians to further enhance clinical capability and will use only the investigation that absolutely no implications for therapy to patients. In general, payment by INA CBGs packages able to improve patient safety efforts. Conclusion: Clinician perception is influenced by factors related to the INA CBG's package.Managers and clinicians need to jointly improve understanding of INA CBG's payment system.
Kata Kunci : persepsi klinisi, biaya paket INA CBGs dan patient safety