Laporkan Masalah

TIN DEPLETION INFLUENCE ON LIVELIHOOD DYNAMIC IN ARTISANAL SMALL-SCALE MINING HOUSEHOLD: CASE STUDY OF MEMPAYA VILLAGE KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PROVINCE

FITRI ZAKIAH, Ir.Agam Marsoyo,M.Sc.,Ph.D

2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

PENGARUH PENYUSUTAN TIMAH TERHADAP DINAMIKA PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA PENAMBANGAN RAKYAT SKALA KECIL STUDI KASUS DESA MEMPAYA POVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG INTISARI Pertambangan dianggap sebagai salah satu generator ekonomi dalam upaya penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan pendapatan. Akan tetapi bisa juga menjadi titik yang rapuh dan memiliki dampak negatif terhadap penghidupan, perlindungan lingkungan, dampak sosial budaya, pencapaian ekonomi yang lebih luas dan sebagainya. Pertambangan skala kecil sebagai sumber penghidupan masyarakat miskin sering dihubungkan dengan kerentanan sebagai akibat eksploitasi yang tidak terkendali namun di sisi lain juga berpengaruh terhadap strategi penghidupan dalam menghadapi krisis. Umumnya era pasca-tambang sebagai terminologi yang menunjukkan penurunan produktivitas sering tidak diikuti oleh pondasi ekonomi yang kuat. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika aset dan strategi untuk mengatasi krisis deposit timah khususnya pada rumah tangga penambang skala kecil atau tambang rakyat. Penelitian ini dilakukan di Desa Mempaya, Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bangka Belitung sendiri di kenal sebagai produsen timah terbesar di Indonesia. Para penambang khususnya di Desa Mempaya telah mengalami masa kejayaan timah sampai tahun 2011. Sejak tahun 2012, penyusutan deposit timah serta ketatnya penertiban terhadap penambangan liar telah membuat aktifitas tambang rakyat mulai berkurang. Studi kasus ini menggunakan mixed method. Data kuantitatif yang di peroleh melalui pengisian kuesioner oleh 90 orang penambang digunakan untuk memperoleh deskripsi tentang perubahan asset, sedangkan data kualitatif terkait strategi penghidupan alternatif didapatkan melalui wawancara terhadap 14 orang narasumber. Berdasarkan hasil penelitian, deposit timah sebagai sumberdaya alam sekaligus tulang punggung ekonomi, secara substantif menentukan penggunaan asset lainnya terutama keuangan yang secara drastis turun menjadi hampir dua kali lipat. Menariknya, meskipun sebagian besar berharap sektor pertanian dan usaha kecil lebih potensial sebagai basis mata pencaharian baru, namun masih juga ada beberapa yang berpandangan bahwa penambangan timah masih bisa dipertahankan. Oleh karena itu, beberapa penambang masih tetap melakukan eksplorasi dan eksploitasi pada lahan yang sudah ditinggalkan oleh penambang sebelumnya, di kebun-kebun bahkan sungai untuk mendapatkan timah walaupun ada juga diantara mereka yang mulai berkebun. Disamping itu, pelibatan perempuan dan anak-anak dalam bekerja menjadi cara alternatif menambah penghasilan. Hal lain adalah munculnya trend positif dari usaha berbasis rumahan seperti keberadaan warung-warung. Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung program Green Mempaya sebagai bagian upaya alih sumber ekonomi dari tambang ke sektor pertanian. Kata Kunci : Dinamika asset, penyusutan timah, manajemen aset

TIN DEPLETION INFLUENCEON LIVELIHOOD DYNAMIC IN ARTISANAL SMALL-SCALE MINING HOUSEHOLD: CASE STUDY OF MEMPAYA VILLAGE KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PROVINCE ABSTRACT Mining is considered as one of economic generator in poverty reduction through income generation. However, it also can be a weak spot that has spill over effect adversely to living condition, ecological conservation, socio-cultural effect, and broader economic performance. Concerning on Artisanal Small-Scale Mining as an economic foundation for the poor, it is often connected to vulnerable context because of uncontrolled exploitation and finally influence livelihood strategies to survive in dealing with the crisis. Commonly, post-mining era as terminology to indicate a decrease in productivity is not be followed by the strong economic fundament. The study purposes to identify the livelihood assets dynamic and associated coping strategies as impact of dealing tin depletion in artisanal small scale mining households. Research was conducted at Mempaya Village, East Belitung Regency in Bangka Belitung Province. This province is well-known as the largest tin producer in Indonesia. The miners, particularly in Mempaya Village have experienced with both its glory and after the peak in 2011. Since 2012, because of tin deposit degradation and strict law enforcement in illegal mining, Artisanal Small-Scale Mining has slowly eased off. This case study used mixed method. To gather the description of livelihood changes, quantitative data obtained from a set of questionnaire which was fulfilled by 90 miners. Besides, 14 key informants were interviewed to oversee qualitative data related to alternative livelihood strategies for generating income. Research result documented that tin deposit as natural asset all at once as economic backbone, substantially determined other practical assets use, especially financial asset that decline drastically for almost double as an impact on tin depletion. Interestingly, although mostly expect agricultural sector and small-scale business are potential for new basic livelihood, some believe that mining still can be preserved. Thus, some miners still continue the exploration and exploitation on the land that already left by the previous miners and diversifying their farm, even river for gaining tin mineral. However, some start to farm. Also, woman and children involvement in work has been an alternative way to gain household revenue. In addition, there is a positive trend in home-based business as a strategy to optimize additional value of house function. The local government has allocated the budget to support Green Mempaya program as a scenario of core economic transformation from mining to agriculture. Keywords : Livelihood asset dynamic, tin depletion, asset management

Kata Kunci : Keywords : Livelihood asset dynamic, tin depletion, asset management