Laporkan Masalah

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK KELUARGA SERUMAH DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI KABUPATEN BANTUL TAHUN 2015

RONY DARMAWANSYAH A, Prof.Dr. Djauhar Ismail, MPH, Ph.D, Sp.AK.; Dra. Retna Siwi Padmawati, MA,

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Permasalahan kesehatan yang terjadi di Indonesia selama ini salah satunya adalah kematian anak sebelum mencapai usia 5 tahun. Diantara 5 kematian balita, 1 diantaranya disebabkan oleh pneumonia. Salah satu faktor resiko kejadian pneumonia pada balita adalah adanya polusi udara yang terdapat di dalam rumah. Polusi udara tersebut dapat disebabkan oleh adanya kebiasaan merokok yang dilakukan oleh keluarga yang serumah dengan balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan merokok keluarga serumah dengan kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Bantul. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan case control study untuk membandingkan antara kelompok balita yang menderita penyakit pneumonia (kasus) dengan kelompok balita yang tidak menderita pneumonia (kontrol). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 80 orang balita pada kelompok kasus dan 80 orang balita pada kelompok kontrol. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara non probability sampling. Hasil: Terdapat hubungan antara kebiasaan merokok keluarga serumah dengan kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Bantul (OR= 2,31; 95% CI: 1,134,69; p= 0,03). Selain itu, ditemukan adanya variabel lain yang memiliki hubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Bantul yakni penggunaan obat nyamuk bakar (OR=3,33; 95% CI: 1,18-9,39; p= 0,02), status gizi balita (OR= 3,20; 95% CI: 1,19-8,61; p= 0,02) dan kepadatan hunian (OR=2,49; 95% CI: 1,15-8,61; p= 0,02). Sedangkan pada variabel pendidikan ibu, status imunisasi, penghasilan orangtua, riwayat pemberian ASI eksklusif, riwayat pemberian vitamin A, jenis bahan bakar rumah tangga, lokasi dapur, jenis dinding rumah dan aktivitas membakar sampah tidak memiliki hubungan dengan kejadian pneumonia di Kabupaten Bantul (p value >0,05). Kesimpulan: Kebiasaan merokok keluarga serumah, penggunaan obat nyamuk bakar, status gizi dan kepadatan hunian merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia di Kabupaten Bantul sehingga perlu dilakukan promosi kesehatan pada rumah tangga tentang dampak kebiasaan merokok keluarga terhadap balita, terutama pada rumah tangga yang padat penghuni, pada anggota keluarga yang memiliki kebiaasaan merokok dihimbau agar tidak melakukan aktivitas merokok di dalam rumah terutama pada keluarga yang memiliki balita dan melakukan perbaikan status gizi dengan melakukan pemberian ASI secara eksklusif pada bayi 0-6 bulan dan pemberian menu gizi seimbang pada balita.

Background: One of the caused of mortality of the age 5 years is Pneumonia. Risk factor for the incidence of pneumonia in children is the presence of air pollution in the house. Air pollution can be caused by smoking habit conducted by the family members who live at home with children. Objective: This study aimed to analyze the association between smoking habit of family at home with the incidence of pneumonia in children in the District of Bantul. Methods: This study was observational analytic study that used case control disign to compared between groups of children suffered from pneumonia (case)with a group of children who did not suffer from pneumonia (control). Samples in this study were 80 childrens in the case group and 80 childrens in the control group. Sampling by means of non-probability method. Results: There was a association between smoking habit of family at home with the incidence of pneumonia in children at Bantul (OR= 2.31; 95% CI: 1.13-4.69 p value= 0.03). Furthermore, it was found the other variables that had a association with the incidence of pneumonia in children at Bantul District which is the use of mosquito coils (OR= 3,33; 95% CI: 1,18-9,39; p= 0,02), nutritional status of children (OR= 3.20; 95% CI: 1.19- 8.61; p= 0.02) and crowded household (OR= 2.49; 95% CI: 1.15-8.61; p= 0.02). While the variable of maternal education, immunization status, income parents, history of exclusive breastfeeding, history of vitamin A, the type of household fuel, the location of the kitchen, the type of house walls and the activity of burning trash didnot associated with the incidence of pneumonia in the district of Bantul (p value >0.05). Conclusion: Smoking habit of family at home, the use of mosquito coils, nutritional status, and crowded household were risk factor associated with the incidence of pneumonia in Bantul. There is necessary to conducted health promotion in the household about the impact of smoking habits of family to children, especially in a crowded household, in a family member who had a habit of smoking was recommended did not undertake from smoking activities inside the home, especially in families with children and make improvements nutritional status of children by exclusive breastfeeding in infants 0-6 months and providing nutritionally balanced menu in children given the relationship between the nutritional status of children with pneumonia and was the number of children who suffered malnutrition in the district of Bantul.

Kata Kunci : children, smoking habit, pneumonia

  1. S2-2016-371228-abstract.pdf  
  2. S2-2016-371228-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-371228-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-371228-title.pdf