Laporkan Masalah

Studi Stratigrafi Sikuen Dengan Pendekatan Analisis Stratigrafi Seismik Pada Mega Sikuen Paleozoik Akhir - Kenozoik, Blok TY, Cekungan Akimeugah, Papua

ALBERT SAUT PORHORAS, Dr. Ir. Jarot Setyowiyoto, M.Sc.

2016 | Tesis | S2 Teknik Geologi

SARI Lokasi penelitian berada di Cekungan Akimeugah, Papua. Area ini dikelilingi oleh beberapa cekungan mature seperti Cekungan Salawati dan Cekungan Bintuni di bagian barat, serta Cekungan Papua di bagian timur yang mana telah terbukti adanya keterdapatan prospektivitas hidrokarbon. Tujuan penelitian adalah untuk membangun pemahaman komprehensif mengenai Cekungan Akimeugah dan pendugaan kepemilikan prospektivitas hidrokarbon untuk kegiatan ekplorasi selanjutnya. Tahap syn-breakup dimulai pada era Jurasik Awal sebagai bagian dari tahap breakup dari Gondwana, dan membentuk fasies fluvial - delta dari Sikuen Kambelangan Bawah (Fm. Woniwogi). Sikuen ini menutup di atas fasies pre-breakup secara tidak selaras. Transgresi mayor di era Kapur Bawah membentuk bagian dari fasies laut dalam - paparan luar sebagai unit Sikuen Kambelangan Atas di tahap post-breakup I. Berlanjut ke Oligosen, daerah penelitian dikonfirmasi berada dalam tahap post-breakup II, yang mana batuan karbonat laut dangkal hingga paparan tebal dan masif diendapkan sebagai unit Sikuen NGL Bawah. Unit Sikuen NGL Atas merupakan fasies mix silisiklastik - karbonat yang terendapkan di lingkungan laut dangkal. Ini merupakan sebuah tanda baru bahwa area penelitian berhadapan dengan tahap syn orogenic. Unit ini ditutup secara tidak selaras oleh Sikuen Buru sebagai fasies fluvial -darat, yang disebut sebagai endapan mollase dari Miosen Tengah hingga saat ini. Struktur geologi di daerah penelitian sangat dikombinasikan dengan cerita evolusi tektonik yang dikontrol oleh 2 peristiwa tektonik mayor. Peristiwa tektonik pertama adalah pergerakan breakup dan syn-breakup cekungan di Jurasik Awal. Patahan - patahan ekstensional baratlaut - tenggara terbentuk dan mengontrol arah topografi horst serta graben di area penelitian. Peristiwa kedua adalah peristiwa syn-collision di Oligosen - Miosen. Pada daerah penelitian, hal tersebut direpresentasikan dengan keterdapatan sistem lipatan dan patahan anjak, yang berarah timur - barat dan baratlaut - tenggara di bagian utara. Prospektivitas Cekungan Akimeugah, berdasarkan pada hasil pendugaan kandidat - kandidat elemen petroleum system, telah lengkap diidentifikasi. Serpih laut dalam Piniya dari Kapur Bawah dapat menjadi kandidat batuan sumber. Kandidat paling dapat diandalkan untuk batuan reservoar berdasarkan pada ketebalan dan kemenerusan adalah karbonat NGL Oligo - Miosen. Kandidat untuk batuan tudung kemungkinan berasal dari serpih laut dalam Fm. Buru. Akumulasi hidrokarbon dapat terperangkap oleh adanya antiklin mayor, isolated carbonate buildup dan carbonate pinchout.

ABSTRACT The study area is located in Akimeugah Basin, Papua. This area is surrounded by several mature basins such as Salawati and Bintuni Basin at the western part, also Papuan Basin at the eastern part which the hydrocarbon prospectivity has been proved. The study purposes are to build a comprehensive understanding about the Akimeugah Basin and an assesment of its hydrocarbon prospectivity for further exploration. The syn-breakup event was the first event that began in Early Jurassic, as a part of breakup stage from Gondwana, and created fluvio - deltaic facies from Sequence Lower Kambelangan (Wonowogi Fm). The major transgression in Lower Cretaceous created part of outer shelf - deep marine facies as a Sequence Upper in post-breakup stage. Continue to Oligocene, the study area was confirmed in syn-breakup phase or post-breakup II stage, which the massive, thick platform - shallow marine carbonate was deposited as an unit of Sequence Lower NGL. The Upper NGL Sequence unit was a mix silisiclastic carbonate facies, and deposited in shallow marine environment. It is a new sign that study area encountered to syn orogenic phase. This unit was overlayed unconformably with Sequence Buru as fluvio - terrestrial facies, which is called as the mollase deposits from Middle Miocen to present. The geological structure of study area is very complex with story of tectonic evolution that was controlled by two major tectonic events. The first tectonic events were a breakup movement and basin rifting in Early Jurassic. Northwest - Southeast extensional faults were formed and controlled trending of horst also graben topography in study area. The second was syn-collision event in Oligocene - Miocene. In this study area, it was represented by Northwest - Southeast and East - West thrust fault with fold systems in the northern part. The prospectivity of Akimeugah Basin, according to the assessment result of petroleum system elements candidates, have been completely identified. Deep marine shale Piniya from Lower Cretaceous could be source rock candidates. The most reliable candidate for reservoir, according to the thickness and the continuation, is the Oligo - Miocene NGL carbonate. The candidate for cap rock could come from deep marine shale Buru Formation. Accumulation of hydrocarbon could be trapped by major anticline associated by thrust fault system, isolated carbonate buildup and carbonate pinchout.

Kata Kunci : Cekungan Akimeugah, stratigrafi seismik, sistem pengendapan