TINJAUAN YURIDIS MENGENAI STATUS BADAN HUKUM YAYASAN PASCA BELAKUNYA UNDANG-UNDANG YAYASAN (STUDI KASUS YAYASAN PEMBINA FAKULTAS KEHUTANAN UGM)
YANUAR ARIFIN, HARIYANTO, S.H., M.Kn
2016 | Tesis | S2 KenotariatanUU Nomor 28 Tahun 2004 jo. UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan mengharuskan bagi Yayasan-yayasan. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan UGM adalah salah satu yayasan yang lahir sebelum terbitnya Undang-undang yayasan, Konsekuensinya bagi yayasan Pembina fakultas kehutanan UGM tersebut apabila tidak melakukan penyesuaian anggaran dasarnya menjadi tidak berbadan hukum lagi dan tidak dapat menggunakan kata “yayasan†didepannya. Permasalahan dalam tesis ini ada dua, yaitu yang pertama bagaimanakah status badan hukum Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan UGM yang penyesuainnya anggaran dasarnya, belum disetujui oleh kementerian hukum dan HAM. Permasalahan yang bagaimanakah akibat hukum bagi Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan UGM yang penyesuainnya anggaran dasarnya, belum disetujui oleh kementerian hukum dan HAM. Penelitian tesis ini menggunakan metode penelitian hukum normatif empiris yaitu penelitian yang menggabungkan antara penelitian normatif dan penelitian empiris. Penelitian empiris adalah penelitian terhadap data primer, yaitu data yang didapat dari Yayaysan Pembian Fakultas Kehutanan UGM, narasumber dan responden sedangkan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dilakukan dengan mengkaji dan menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan yayasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yayasan Pembina fakutaskehutanan UGM Yayasan PembinaFakultas Kehutanan UGM tetap dianggap sebagai badan hukum, karena termasuk yayasan yang didirikan sebelum terbitnya undang-undang Yayasan sehingga demi hukum dinyatakan sebagai badan hukum tetapi harus melakukan penyesuaian anggaran dasarnya berdasarkan aturan yang ada dalam undang-undang yayasan. Yayasan Pembina FakultasKehutanan UGM dianggap sebagai badan hukum, sehingga akibat dari perbuatan hukum yayasan dinggap suatu perbuatan hukum yang dilakukan subyek hukum secarah sah.
The act no.28 2004 jo .To law no.16 year 2001 on the foundation requires for foundation.Coaching the faculty foundation forestry ugm is one of the foundation that is born prior to the rising of the act of the foundation , the consequences to the supervisors the faculty of forestry ugm in case not adapt the articles of association to not legal entities again and cannot make use of the word foundation quote.Problems in the of these there were two , who first how the status of legal entity foundation trustees the faculty forestry ugm who adaption articles of association , has not been approved by ministry of law and human rights .The problems how due to legal for foundation trustees the faculty forestry ugm who adaption articles of association , has not been approved by ministry of law and human rights. The thesis research used research methodology normative legal empirical research that combines between normative legal research and empirical research.Empirical research is research on primary , namely data obtained from yayaysan pembian the faculty forestry ugm , resource persons and respondentsWhile normative legal research research with the approach legislation by riviews and analyze the The research results show that foundation trustees fakutas forestry ugm foundation trustees the faculty forestry ugm fixed regarded as a corporate body , because they include foundation founded before the rising of the act of foundation so by judicially declared as a corporate body but had to adapt the articles of association based on the existing rules in the act of foundation .Foundation trustees the faculty forestry ugm regarded as a corporate body , so as to legal action foundation a legal action taken subject law legally.
Kata Kunci : Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan UGM, Badan Hukum, Peraturan Perundang-undangan