Skema dan Manifestasi In[ter]dependensi pada Pertemanan antara Penyandang Tunanetra dengan Individu Awas
TABAH ARIS NURJAMAN, Prof. Dr. Faturochman, M.A.
2016 | Tesis | S2 PsikologiPenyandang tunanetra dihadapkan pada kendala anatomis, sosial, dan kultural sehingga membutuhkan individu lain untuk menuntaskan aktivitas yang sarat fungsi indra penglihat. Situasi ini mendorong mereka untuk menjalin relasi pertemanan dengan individu awas, yang dianggap dapat selalu hadir di setiap kali membutuhkan bantuan. Adanya distribusi bantuan mengindikasikan idiosinkrasi pertemanan antara penyandang tunanetra dengan individu awas, sekaligus menunjukkan adanya tendensi dependensi. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi skema dan manifestasi in[ter]dependensi pada pertemanan. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap enam informan penelitian yang berpasangan secara diadik. Penelusuran kredibilitas penelitian dilakukan dengan menggunakan prosedur triangulasi sumber data (significant other) dan member checking. Skema in[ter]dependensi yang ditemukan pada penelitian ini di antaranya kedekatan, kenyamanan, keterbukaan, dan kepercayaan. Ketiga skema pertama dapat memetakan pola relasi in[ter]dependensi hanya jika melibatkan unsur kepercayaan. Pola relasi in[ter]dependensi tersebut dimanifestasikan melalui kebersamaan aktivitas, berbagi pengalaman, dan dukungan sosial dengan model-model tersendiri. Variasi model pada setiap sektor manifestasi dilatarbelakangi perbedaan aspek-aspek yang mendasari terbangunnya pertemanan antarpasangan informan, yang di antaranya kontak, penilaian, ketertarikan, dan bantuan instrumental. Secara keseluruhan, pertemanan antara penyandang tunanetra dengan individu awas merupakan relasi dinamis antara pola independensi, dependensi, dan interdependensi bergantung keterlibatan unsur kepercayaan.
A person with visual impairment must resist anatomic, social, and cultural obstruction thus requiring other individuals to complete the activities that require a sense of sight. This situation encourages them to establish relations of friendship with sighted people, which is considered to be always present in whenever needed help. The existence of aid distribution indicates the idiosyncrasies of friendship between visual impairment and sighted people, as also indicates a tendency of dependencies. Thus, this study aims to explore the schema and manifestations of in[ter]dependence on this friendship. This study used a qualitative method with descriptive phenomenology approach. This study uses in-depth interviews at the data collection stage involving six research informants; or three couples of friends. The credibility of the research uses the triangulation (significant other) and member checking. Scheme of in[ter]dependence on friendship include closeness, comfort (satisfaction), openness, and trust. The first three schemes can map the pattern of in[ter]dependence only if it involves an element of trust. The pattern of in[ter]dependence is manifested through togetherness in activities, sharing experiences, and social support with models of their own. Variations of the model in each sector showed differences that underlie aspects of the establishment of the friendship between a couple of informants, which includes contacts, appraisal, attractiveness, and instrumental assistance. Overall, friendship between visually impaired and sighted people is a dynamic relationship in the patterns of independence, dependence, and interdependence relies on the involvement of trust.
Kata Kunci : interdependensi, pertemanan, tunanetra