Laporkan Masalah

PERBANDINGAN EFIKASI SABUN PEMBERSIH WAJAH ANTIAKNE DAN SABUN PEMBERSIH WAJAH BIASA SEBAGAI TERAPI ADJUVAN DARI GEL ADAPALEN 0,1% PADA AKNE VULGARIS DERAJAT SEDANG

DINA PUTRI CHANDRA, dr. Fajar Waskito, Sp.KK(K), M.Kes.; Prof. Dr. dr. Harijono Kariosentono, Sp.KK(K).

2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

Akne vulgaris adalah suatu penyakit inflamasi kronik dengan penyebab multifaktorial. Terapi akne saat ini tidak hanya menggunakan obat standar untuk akne tetapi juga menggunakan produk tambahan seperti pembersih. Sabun pembersih wajah merupakan terapi adjuvan yang penting dalam regimen terapi akne vulgaris. Di Indonesia terdapat banyak produk sabun pembersih wajah baik sabun antiakne atau non-akne (biasa) yang dijual bebas di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efikasi sabun pembersih wajah yang beredar di pasaran yaitu antara sabun pembersih wajah antiakne dan sabun pembersih wajah biasa sebagai terapi adjuvan dari gel adapalen 0,1% pada akne vulgaris derajat sedang. Penelitian ini merupakan penelitian single-blind randomized controlled trial dengan subyek adalah penderita akne vulgaris derajat sedang berdasarkan kriteria Lehmann. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok I diberi terapi kombinasi sabun pembersih wajah antiakne (Garnier® mengandung asam salisilat) dengan gel adapalen 0,1% dan kelompok II diberi terapi kombinasi sabun pembersih wajah biasa (Nivea®) dengan gel adapalen 0,1%. Penilaian efikasi sabun dilakukan dengan cara mengukur persentase penurunan rerata jumlah total lesi akne dari minggu awal hingga minggu ke-4. Analisis data di uji dengan uji Mann-Whitney. Jumlah subyek penelitian adalah 78 subyek dengan subyek terbanyak adalah laki-laki sebanyak 43 subyek (55,13%) dengan rerata umur 17.32 ± 2.62. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata total lesi pada kedua kelompok tetapi tidak didapatkan perbedaan yang bermakna pada persentase penurunan rerata total lesi baik pada minggu ke-2 atau ke-4 antara kelompok I dan II. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan efikasi antara sabun pembersih wajah antiakne dan sabun pembersih wajah biasa sebagai terapi adjuvan dari gel adapalen 0,1% pada akne vulgaris derajat sedang.

Acne vulgaris is a chronic inflammatory disease with multifactorial etiology. Current therapy of acne is based not only on specific drugs, but also on complementary products, such as cleansers. Facial cleanser is an important adjuvant treatment in acne. In Indonesia, there are many over the counter facial cleansers whether antiacne or non-acne (regular) that can be found. The objective of this study is to compare the efficacy of over the counter antiacne facial cleanser and non-acne facial cleanser as an adjuvant therapy of adapalene 0,1% gel for moderate acne vulgaris. This study is a single-blind randomized controlled trial in subjects of moderate acne vulgaris based on Lehmann criteria. Subjects divided into 2 groups, group I treated with combination of antiacne facial cleanser (Garnier® contain salicylyc acid) with adapalene 0,1% gel and group II treated with combination of regular facial cleanser (Nivea®) with adapalene 0,1% gel. The assessment of efficacy was based on the mean percentage change in total lesion counts from baseline to week 4. Data was analysed using Mann-Whitney test. There were 78 subjects enrolled in this study with 43 subjects (55,13%) were male and mean age of 17,32 +-2,62. This study showed that mean total lesions count was decreased in both groups but there was no significant reduction in mean percentage total lesions count on week-2 or 4 between group I and II. The conclusion of this study is there are no significant differences in efficay between antiacne and regular facial cleansers as an adjuvant therapy of adapalene 0,1% gel for moderate acne vulgaris.

Kata Kunci : acne vulgaris, facial cleanser


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.