Tanggapan Perakaran Delapan Hibrida Kelapa Sawit Terhadap Keracunan Besi Pada Tahapan Pembibitan Utama
APRILIA IKE N, Prof.Dr. Ir. Prapto Yudono, M.Sc
2016 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian bertujuan untuk 1). menentukan stimulasi atau penghambatan karakter anatomi dan morfologi perakaran delapan hibrida kelapa sawit terdampak keracunan besi (Fe), dan 2) mengelompokkan hibrida dalam kategori tahan dan tidak tahan mendasarkan karakter anatomi dan morfologi perakaran. Percobaan lapangan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor dan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah kadar Fe, terdiri dari dua taraf yaitu tanpa (0 ppm) dan keracunan (600 ppm) Fe. Faktor kedua adalah hibrida kelapa sawit, terdiri dari delapan hibrida yaitu Yangambi, Avros, Langkat, PPKS 239, Simalungun, PPKS 718, PPKS 540 dan Dumpy. Keracunan Fe diaplikasikan dengan cara menyiramkan larutan FeSO4 600 ppm sebanyak 500 ml/tanaman/hari dimulai pada dua bulan setelah pindah tanam di tahapan pembibitan utama. Pengamatan dilakukan terhadap variabel anatomi dan morfologi perakaran serta biomasa tanaman. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) pada level 5%, dan jika hasil analisis varian menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT). Hubungan antar variabel pengamatan ditentukan dengan analisis korelasi. Pengelompokan hibrida mendasarkan pada tingkat ketahanannya terhadap keracunan Fe menggunakan Principal Component Analisis (PCA). Hasil penelitian memberikan informasi bahwa keracunan Fe mampu menghambat karakter morfologi perakaran delapan hibrida kelapa sawit, penghambatan tersebut dalam bentuk pembelahan sel akar, penghambatan pertumbuhan luas permukaan akar, dan pengecilan diameter akar sehingga berdampak pada penurunan laju pertumbuhan nisbi akar serta penghambatan durasi biomassa akar. Keracunan Fe menghambat karakter anatomi akar delapan hibrida kelapa sawit, penghambatan yang terjadi adalah pengecilan diameter xylem dan floem. Yangambi, Langkat dan Dumpy memiliki tanggapan stimulasi pertumbuhan sehingga perakarannya lebih panjang dan luas saat terekspos keracunan Fe sehingga termasuk dalam kategori tahan terhadap keracunan Fe jika dibandingkan dengan Avros, PPKS 239, Simalungun, PPKS 718 dan PPKS 540 yang terhambat perakarannya akibat keracunan Fe.
The research objectives were to 1). determine stimulation or blocked in the roots anatomical and morphological characters of eight oil palm hybrids under iron (Fe) toxicity, and 2) classifying tolerance levels of eight oil palm hybrids, resistant and susceptible categories, based on the roots anatomical and morphological characters. The experiment was arranged in Randomized Complete Block Design (RCBD) two factors with three blocks as replications. The first factor was Fe toxicities, namely without and Fe toxicities. The second factor was oil palm hybrids, consisting of eight hybrids, namely Yangambi, Avros, Langkat, PPKS 239, Simalungun, PPKS 718, PPKS 540, and Dumpy. The Fe toxicity applied using 500 ml/polybag/day of FeSO4 with a concentration of 600ppm. The observations were done on several variables of roots anatomy and morphology, and also crop biomass. Data were analyzed with Analysis of Variance (ANOVA) at 5% levels continued with the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) if there were significant differences among treatments. Relationships between variables were determined using correlation analysis. The oil palm hybrids grouping into resistant and sensitive categories to Fe toxicity were done using Principle Component Analysis (PCA). The results showed that Fe toxicity was able to blocked the roots morphological characters of eight oil palm hybrids, the changes were in the form of root blocking, growth blocking the root surface area, downsizing of the root diameter, relative roots growth rate slows, and blocking roots biomass duration. The Fe toxicity was able to block the roots anatomical characters of eight oil palm hybrids, the changes were in the form of downsizing the diameter of xylem and phloem. Yangambi, Langkat and Dumpy have growth stimulation responses making the roots are longer and wide when exposed to Fe toxicity thus included in the category are resistant to toxicity than the AVROS Fe, PPKS 239, Simalungun, PPKS 718 and 540 PPKS inhibited roots toxicity Fe. Keywords : Oil palm hybrids, Fe toxicity, roots anatomy and morphology
Kata Kunci : Kata kunci : Hibrida kelapa sawit, keracunan Fe, anatomi dan morfologi akar