PERKEMBANGAN KLASTER BIOFARMAKA KABUPATEN KARANGANYAR
TRIO HARTONO, SE., Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.; Ratna Eka Suminar, ST., M.Sc.
2016 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahPembentukan dan pengembangan Klaster Biofarmaka merupakan satu upaya dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mengembangkan perekonomian lokal di kawasannya. Pendekatan klaster melalui BAPPEDA dan kelompok tani empon-empon yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Namun di sisi lain belum ada gambaran mengenai perkembangan Klaster Biofarmaka dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis proses pembentukan Klaster Biofarmaka beserta perkembangannya sejak tahun 2010 sampai dengan 2014; dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Klaster Biofarmaka Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Jumantono, Kecamatan Jumapolo, Kecamatan Jatipuro, Kecamatan Mojogedang, Kecamatan Kerjo dan Kecamatan Ngargoyoso yang merupakan wilayah dimana para anggota Klaster Biofarmaka tersebar. Penelitian ini merupakan penelitian deduktif kuantitatif dan kualitatif dengan strategi analisis menggunakan pendekatan konkuren. Teknik analisa menggunakan statistik deskriptif dan kualitatif untuk menganalisis data yang tidak bisa dikuantitatifkan. Sampel penelitian ini rumah tangga petani anggota Klaster Biofarmaka yang berjumlah 50 responden. Teknik sampling data kuantitatif menggunakan metode simple random sampling, sedangkan untuk data kualitatif digunakan metode purposive sampling sebanyak 5 (lima) narasumber. Temuan penelitian ini adalah : (1) Klaster Biofarmaka terbentuk secara alami dikarenakan sebelum dibentuk oleh pemerintah klaster ini sudah bercirikan klaster, yaitu dengan melakukan spatial concentration atau terkonsentrasi dalam suatu lokasi yang berdekatan/sama, mampu bertahan melewati waktu dan menarik pihak-pihak lain atau mempunyai jejaring/keterkaitan dengan jenis usaha lain yang terkait dengan kegiatan usahanya; (2) Klaster Biofarmaka mampu berkembang secara pesat diawali dengan adanya input dari faktor eksternal, yaitu peranan pemerintah dalam fasilitasi pembentukan dan pengembangannya yang diikuti dengan peningkatan kinerja pengurus dan anggota klaster yang berdampak pada semakin eratnya hubungan antara Klaster Biofarmaka dengan industri terkait dan pendukungnya; (3) Dalam perkembangannya klaster tersebut dipengaruhi oleh faktor kerjasama yang baik dengan industri terkait dan pendukungnya yang kemudian didukung dengan peranan pemerintah yang besar, sehingga klaster ini bisa berkembang pesat.
The establishment and development of Biofarmaka Cluster is an effort from the government of Karanganyar Regency to develop its local economy in the region. These clustering approach through BAPPEDA and herbs farmer groups that aim to optimize local potencies, so it can be beneficially to the surrounding community and to increase local farmer’s wellfare. But on the other hand there is no picture that has described about Biofarmaka Cluster’s development in achieving its goals. This study aims to (1) analyze the Biofarmaka Cluster’s formation process and its development since 2010 through 2014; and (2) identify factors that influence the development of Biofarmaka Cluster in Karanganyar Regency. This research is located in Jumantono district, Jumapolo district, Jatipuro district, Mojogedang district, Kerjo district, and Ngargoyoso district, which is a region in which the members of cluster scattered. This research used deductive quantitative and qualitative approaches, which using concurrent aproach analysis strategy. Descriptive statistic analysing technique was used in this research and qualitative technique to analyze the data that could not be quantitatived. The research samples were farmer households Biofarmaka Cluster members totaling 50 respondents. Quantitative data sampling techniques using simple random sampling, while the qualitative samples were selected by purposive sampling with amount of five speakers. The findings of this study are: (1) Biofarmaka Cluster formed naturally due prior to its establishment by the government of this cluster has been characterized by clusters, namely by performing spatial concentration or concentrated in a location adjacent/similar, able to survive through times and attract other parties or has networking/linkages with other businesses associated with its business activities; (2) Biofarmaka Cluster able to grow rapidly begins with the input of external factors, namely the role of government in facilitating the establishment and development followed by improving the performance of management and members of the cluster impact on the strengthening of ties between clusters Biofarmaka with related and supporting industries; (3) In the development of the cluster influenced by good cooperation with related industries and their supporters then backed with a large government role, so that this cluster can thrive.
Kata Kunci : perekonomian lokal, klaster, spatial concentration, kinerja, faktor eksternal