EFEK PEMBERIAN TEPUNG GANYONG (Canna edulis Kerr.) TERHADAP KEJADIAN KOLITIS, DISPLASIA, ADENOKARSINOMA, EKSPRESI COX-2, DAN Ki-67 PADA JARINGAN USUS BESAR TIKUS YANG DIINDUKSI AOM/DSS
NUR MAHMUDAH, Dra. Dewajani Purnomosari, M.Sc., PhD.; drg. Yustina Andwi Ari Sumiwi, M.Kes
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan BiomedisLatar belakang: Kanker usus besar merupakan kanker dengan insiden dan mortalitas yang tinggi di seluruh negara, termasuk Indonesia. Karsinogenesis diawali oleh kolitis ulseratif yang berkembang menjadi displasia dan adenokarsinoma. Pada tahap awal karsinogenesis usus besar terdapat growth factor yang berperan dalam progresi kanker usus besar, yaitu: Cyclooxigenase-2 (COX-2) dan Epithelial Growth Factor Receptor (EGFR). Ki67 merupakan protein yang berhubungan erat dengan proliferasi sel somatik. Perkembangan sel usus besar mutan membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi kanker. Mencit induksi AOM/DSS membutuhkan waktu 8 minggu untuk mencapai tahap karsinoma. Waktu yang lama ini dapat dimanfaatkan untuk memberikan suatu pencegahan menuju arah perburukan (karsinoma). Kalsium dan serat terbukti menurunkan risiko kanker usus besar. Umbi ganyong memiliki kandungan kalsium dan serat yang tinggi, sehingga diharapkan mampu mencegah perburukan karsinogenesis. Tujuan: Mengkaji efek pemberian ganyong terhadap ekspresi COX-2, Ki-67, kejadian kolitis, displasia, dan adenokarsinoma pada jaringan usus besar tikus yang diinduksi AOM / DSS. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan post test only group design. Tiga puluh tikus Wistar jantan dibagi dalam 5 kelompok dengan 6 tikus pada masing-masing kelompok. Dosis tunggal azoxymethane (AOM) 10 mg / kg berat badan diberikan secara injeksi intraperitoneal. Diikuti pemberian DSS 2 % dalam air minum tikus selama 1 minggu. Perlakuan ganyong diberikan selama 16 minggu, diberikan mulai 2 minggu sebelum induksi AOM hingga sebelum terminasi. Pengamatan jaringan usus besar dilakukan oleh ahli patologi anatomi. Ekspresi COX-2 dan Ki67 dilihat dengan metode imunohistokimia, kemudian dihitung menggunakan software Image J. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ganyong tidak menurunkan ekspresi COX-2 pada tikus yang diinduksi AOM/DSS (p = 0,101). Pemberian ganyong tidak menurunkan ekspresi Ki67 pada tikus yang diinduksi AOM/DSS (p = 0,332). Pemberian ganyong tidak menghambat kolitis pada tikus yang diinduksi AOM / DSS (p = 0,361). Pemberian ganyong tidak menghambat displasia pada tikus yang diinduksi AOM / DSS (p = 0,709). Pemberian ganyong tidak menghambat adenokarsinoma pada tikus yang diinduksi AOM / DSS (p = 0,419). Kesimpulan: Pemberian ganyong pada tikus yang diinduksi AOM / DSS tidak menghambat ekspresi COX-2 dan Ki67, kolitis, displasia, dan adenokarsinoma
Background: Colorectal cancer is the cancer with a high incidence and mortality in all countries, including Indonesia. carcinogenesis initiated by ulcerative colitis develop into dysplasia and adenocarcinoma. In the early stages of colon carcinogenesis are growth factors that play a role in the progression of colon cancer, namely: Cyclooxigenase-2 (COX-2) and Epithelial Growth Factor Receptor (EGFR). Ki67 is a protein that is closely related to somatic cell proliferation. Mutant colon cell development takes a long time to become cancerous. Mice induced AOM / DSS takes 8 weeks to reach the stage of carcinoma. A long time can be utilized to provide a prevention towards worsening (carcinoma). Calcium and fiber shown to reduce the risk of colon cancer. Canna tubers calcium content and high fiber, so it is expected to prevent the worsening of carcinogenesis. Objective: Assess the effects of canna on the expression of COX-2, Ki-67, the incidence of colitis, dysplasia, and adenocarcinoma of the colon tissue of mice induced AOM / DSS. Methods: This study is an experimental type with post test only group design. Thirty male Wistar rats were divided into 5 groups with 6 rats in each group. A single dose azoxymethane (AOM) 10 mg / kg body weight is given by intraperitoneal injection. Followed by administration of 2 % DSS in the drinking water of mice for 1 week. Canna treatment administered for 16 weeks, given starting 2 weeks before the induction of AOM until the earlier of the termination. Observations carried out by the large bowel tissue anatomical pathologist. The expression of COX-2 and Ki67 seen with immunohistochemical methods, are then calculated using the software Image J. Results: This study showed that administration of canna not decreased the expression of COX-2 in mice induced AOM / DSS (p = 0.101). Giving canna not lower Ki67 expression in rats induced AOM / DSS (p = 0.332). Giving canna not inhibit induced colitis in rats AOM / DSS (p = 0.361). Giving canna not inhibit dysplasia in mice induced AOM / DSS (p = 0.709). Giving canna not inhibit adenocarcinoma in rats induced AOM / DSS (p = 0.419). Conclusion: Giving canna in rats induced AOM / DSS does not inhibit the expression of COX-2 and Ki67, colitis, dysplasia and adenocarcinoma
Kata Kunci : ganyong, COX-2, Ki67, kolitis, displasia, adenokarsinoma, dan induksi AOM/DSS; canna, COX-2, Ki67, colitis, dysplasia, adenocarcinoma, and induction of AOM / DSS