Laporkan Masalah

NAMA DIRI (ISM ALAM) ORANG DAN TEMPAT DALAM AL-QURAN (ANALISIS MORFOSINTAKSIS)

EVA NURMALASARI, Prof. Syamsul Hadi, S.U., M.A. ; Dr. Suhandano,M.A.

2016 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

INTISARI Penelitian ini menitik beratkan pada nama diri (ism alam) orang dan tempat dalam AL-Quran. Kajian ini dilakukan dalam upaya untuk mengungkap jumlah nama diri (ism alam) orang dan tempat dalam Al-Quran, bentuk nama diri (ism alam) orang dan tempat, kasus yang terjadi pada setiap nama diri (ism alam) serta kolokasinya dengan kata lainnya dalam Al-Quran. Satu nama diri (ism alam) orang dan tempat mempunyai beberapa kasus yang berbeda yang menggambarkan fungsi berbeda pula dalam kalimat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode kualitatif yaitu dengan kajian morfosintaksis. Hal ini digunakan untuk mengetahuai setiap nama diri (ism alam) orang dan tempat secara morfem dan ketika menjadi sebuah kesatuan dalam sebuah kalimat. pengumpulan data menggunakan metode simak, dengan teknik tatat, yaitu dengan mencatat dari sumber utama data yaitu Al-Quran, kemudian mengidentifikasi data dan menganalisis sesuai dengan teori yang digunakan. Penyajian sebagai tahap terakhir dengan bentuk poin-poin. Beberapa poin utama dalam penelitian ini adalah pertama, nama diri (ism alam) orang dan tempat merupakan bentuk dari ism murtajal dan musytaq dengan kasus yang berbeda dalam setiap kalimat. kedua, nama diri (ism alam) orang dan tempat tidak semua termasuk pada ism alam, namun beberapa termasuk pada frasa yaitu frasa adjektiva dan frasa nominative. Ketiga, semua nama diri (ism alam) orang dan tempat yang termasuk pada Al-Mamnu minas sharfi akan mengganti kasus genetif (majrur) dengan akusatif.

ABSTRACT This research focuses on the names of people and place in the Alquran. The research was done to reveal number of name poeple and place in the Alquran, its form and cases. In addition, this research is related to colocation of the name people with the other word in Alquran. Every name of people has different case function in every sentence. The approach used in this research is a qualitative method using the theory of morphology and sintax. This was done to know the structures of proper noun in morpheme or when proper noun becomes a complete sentence, then identify data and analyze it according to theory. The serving of this research as the last step is presented in the form of poins. There are main points produced in this research, first, proper noun of people and place in the Alquran is the stuctured noun and derived noun. Every proper noun from this, have some different declension according to the function at the sentence. Second, some proper noun consist of one morpheme but consist of phrase adjective and phrase nominal. Third, all of the proper noun from noun prohibited from variation (diptote) will change from genetive to akusative.

Kata Kunci : Keyword : Proper noun, Noun Prohibited from variation (diptote)

  1. S2-2016-372435-abstract.pdf