Peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam Pengembangan Lembaga Keuangan Desa di Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul
NASRIL LUBIS, Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.; Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
2016 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANSkripsi ini membahas tentang peran penyuluh pertanian lapangan dalam pengembangan Lembaga Keuangan Desa (LKD). LKD adalah lembaga keuangan simpan pinjam di desa. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui usaha dalam pengembangan LKD dan peran penyuluh pertanian lapangan mendampingi operasional LKD. Penelitian dilaksanakan pada 3 unit LKD di Kecamatan Pleret. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan responden penelitian. Data penelitian yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan data kuantutatif. Data dianalisis dengan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif sesuai dengan jenis data. Analisis kualitatif yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, perivikasi data, dan penarikan kesimpulan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji proporsi Z-test. Uji proporsi dilaksanakan dengan membandingkan nilai Z hitung dengan nilai Z tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengembangan LKD dilakukan dengan berbagai usaha. Usaha yang dilakukan dalam pengembangan LKD antara lain pelaksanaan rapat tahunan, rapat rutin, pembentukan pengurus, rekrutmen anggota, distribusi dana, distribusi keuntungan, menghimpun dana, dan pelatihan keterampilan anggota. Peran penyuluh pertanian lapangan aktif sebagai edukator, jembatan informasi, fasilitator, konsultan, dan supervisi dalam pengembangan LKD. Permasalahan utama pengembangan LKD adalah keterbatasan dana yang dikelola LKD. Keterbatasan dana yang dikelola dapat diatasi yaitu salah satunya dengan mengalokasikan sebagian Alokasi Dana Desa untuk dikelola LKD. Alokasi Dana Desa akan meningkatkan jumlah dana yang dikelola LKD, sehingga anggota yang mengajukan peminjaman akan memperoleh dana pinjaman dalam waktu yang lebih singkat.
This paper discusses about role of the agriculture extension agent in development Village Financial Institution/Lembaga Keuangan Desa (LKD). LKD is finance institution of saving and loan in rural area. Aim of the research is to discover the way to develop LKD and roles of the agriculture extension agent in development LKD. Research was done on 3 units of LKD at subdistrict of Pleret. Data were collected through observation and interview with the respondent. The research data were qualitative and quantitative data. Data were analyzed by qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis was done through data reduction, data display, verification, and drawing conclusion. Quantitative analysis was done through statistic proportion Z test. Proportion test was done by compare critical Z value and mathematic Z value. The research results show that LKD development was done through some efforts. The development efforts were annual meeting, regular meeting, hiring management handling, member recruitment, fund distribution, profit distribution, fund collecting, and member skill trainee. Roles of agriculture extension agent were active as educator, information transmission, facilitator, consultant, and supervisor in LKD development. Main problem in LKD development is lack of the fund that is managed by LKD. Lack of fund problem can be solved through some ways, one of them is by allocating rural fund allocation/ADD to be managed by LKD. ADD will increase amount of fund which is managed by LKD, whit the result LKD members can access the fund in sorter time.
Kata Kunci : role, development, agriculture extension agent, LKD, problem