Kontribusi pendapatan asli daerah terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah di Kabupaten Sarolangun Bangko periode 1994/1995-1998/1999
YUMASHUR, Drs. Wahib Suyitno, M.Agr
2001 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanInformasi mengenai perkembangan penerimaan PAD di Kabupaten Sarolangun Bangko selama tahun anggaran 199411995 — 1998/1999 menunjukkan suatu peningkatan yang positif dalam nilai nominatifnya, akan tetapi kontribusi total PAD terhadap APBD relatif masih sangat kecil, sehingga ketergantungan terhadap pemerintah atasan masih sangat tinggi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sarolangun Bangko dengan tujuan untuk menganalisis besarnya peran PAD terhadap APBD, mengukur tingkat pertumbuhan penerimaan PAD dan tingkat pertumbuhan APBD, menganalisis besamya rasio kepekaan penerimaan PAD terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mengukur tingkat efektivitas dan efisiensi pengelolaan PAD, dan mengukur besarnya tingkat ketergantungan Kabupaten Sarolangun Bangko jika dilihat dari DOFD yang membandingkan antara PAD dengan Transfer pemerintah atasan. Alat analisis yang digunakan adalah kontribusi, pertumbuhan, elastisitas, efektivitas, efisiensi dan DOFD. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data PAD, APBD, PDRB dan pengeluaran rutin Dipenda selama periode penetitian yang diperoleh melalui teknik studi dokumenter dari publikasi resmi yang diterbitkan oleh instansi terkait di Kabupaten Sarolangun Bangko. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa selama periode penelitian kontribusi total penerimaan PAD terhadap total penerimaan APBD rata-rata sebesar 2,35 persen per tahun, tingkat pertumbuhan PAD dan APBD rata-rata sebesar 30,41 dan 11,23 persen per tahun, cukup realistis. Rata-rata tingkat pertumbuhan PDRB berdasarkan harga berlaku adalah sebesar 19,45 persen, sehingga derajat kepekaan PDRB terhadap penerimaan PAD rata-rata sebesar 1,68 persen per tahun, indikator ini menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi daerah sangat peka terhadap penerimaan PAD. Tingkat efektivitas pengelolaan PAD rata-rata per tahun sebesar 102,26 persen, dinilai sangat efektif. Tingkat efisiensi rata-rata sebesar 36,77 persen per tahun dan dinilai cukup efisien. Tingkat DOFD sebesar 2,87 persen per tahun, tergolong masih sangat kurang. Dengan demikian tingkat ketergan-tungan pada pemerintah atasan sebesar rata-rata 97,13 persen per tahun.
Information on development of Regional Original Income revenue in Sarolangun Bangko Regency from 1994/1995 to 1998/1999 budget year have indicated a positive inclination in its nominative value, but total contribution of Regional Original Income to Regional Budget relatively was so small, thus the regional dependency to higher government was still so high. This study conducted in Sarolangun Bangko Regency had a purpose to analyse contribution of Regional Original Income to Regional Budget, to measure growth rate of Regional Original Income revenue and Regional Budget revenue, to analyse elasticity ratio of Regional Original Income revenue to regional economic growth, measure effectivity and efficiency level of Regional Original Income management, and measure dependency level of Sarolangun Bangko Regency in view of DOFD comparing Regional Original Income and higher governmental transfer. Analytical tools are contribution, growth, elasticity, effectivity, efficiency and DOFD. Data used in this study are secondary data consisting of Regional Original Income, Regional Budget and regional GDP data and Dipenda routine expenditure during research period that obtained through documentary research method of legal publication that published by related institution in Sarolangun Bangko Regency. Result of this analysis concluded that during research period, contribution revenue total of Regional Original Income to revenue total of Regional Budget is averagely 2.35% per year, growth rate of Regional Original Income and Regional Budget averagely 30.41 and 11,23% per year is so realistic. Current price based regional GDP growth rate average is 19.45%, so elasticity of regional GDP to Regional Original Income revenue averagely 1.68% per year. This indicator show that regional economic development is very sensitive to Regional Original Income revenue. Effectivity level of Regional Original Income management is 102.26%, assessed very effective. Rate of efficiency is averagely 36.77% per year and assessed efficient enough. DOFD level of 2,87% per year is classified very low. So dependency level to higher government is averagely 97,13% per year.
Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, APBD