RENCANA BISNIS PRODUKSI BIOETANOL MEMANFAATKAN LAHAN TAMBANG DALAM KERANGKA TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN
ANGGUN FARIZA, Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc, Ph.D
2016 | Tesis | S2 ManajemenKondisi usaha pertambangan tahun 2016 belum kembali ke masa jayanya pada awal tahun 2011 dimana harga komoditas pertambangan berada pada salah satu level tertingginya. Kondisi sulit saat ini menyebabkan banyak perusahaan pertambangan melakukan efisiensi yang sangat ketat hingga melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya. Bahkan perusahaan tambang skala menengah ke bawah, banyak yang menghentikan kegiatannya dikarenakan biaya produksi sudah melampaui harga jual di pasaran. Dampak negatif dari penghentian kegiatan pertambangan diantaranya lahan yang tidak terjaga sehingga memungkinkan adanya perambahan lahan, terjadi kecelakaan tenggelamnya masyarakat sekitar tambang di kolam tambang dan dampak negatif lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Kewajiban perusahaan tambang tidak serta merta berhenti ketika kegiatan di lapangan berhenti diantaranya pembayaran Iuran IUP tahunan (land rent), kegiatan reklamasi tetap wajib dijalankan termasuk adanya permintaan masyarakat sekitar lokasi tambang untuk tetap diberikan dana Corporate Social Responsibility (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan) Untuk mengakomodasi semua pemangku kepentingan, direncanakan membuat pabrik bioetanol yang dananya sebagian dari dana CSR dimana singkong sebagai bahan baku bioetanol ditanam di lokasi tambang diantaranya di areal reklamasi dengan cara tumpang sari. Pengelolaan budidaya singkong dan pengoperasian pabrik bioetanol oleh koperasi masyarakat setempat, diperoleh perhitungan Net Present Value (Nilai Sekarang) bernilai positif, Payback Period (Waktu Pemulihan Investasi) selama kurang dari dua tahun dan Profitability Index (Indeks Kemampulabaan) lebih dari satu, sehingga rencana bisnis bioetanol ini layak untuk dijalankan. Kata kunci: lahan tambang, reklamasi, tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, bioetanol dari singkong.
The condition of mining business in 2016 is not as brightening as it was in early of year 2011 in which the mining commodities price reached one of the highest. This difficult condition made the companies do tightly efficiency until termination of employments. Small to medium scale size of mining companies already ceased the activities due to production cost is higher than selling price in the market. Negative effects of halting the site activities are unguarded of mining area that big possibility of encroachment, accident of drowning of local community at settling ponds and others direct or indirect negative ones. The ceased of mining companies activities do not stop their obligation to government such as payment of annual land rent, reclamation activities, and the demand of local community of Corporate Social Responsibility fund to be still realized. To accommodate all stakeholders’ interests, it’s being planned to build bioethanol factory which some of the fund come from CSR in which the cassava as the raw material will be planted in mining area especially intercropping in the reclamation area. Cooperative Units of local community will run this activities from planting the cassava to operating bioethanol factory, which the result of calculation showed NPV is positive, Payback Period is less than two years and Profitability Index more than one therefore the project is feasible to proceed. Keywords: mining area, reclamation, corporate social responsibility, bioethanol made of cassava.
Kata Kunci : lahan tambang, reklamasi, tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, bioetanol dari singkong/mining area, reclamation, corporate social responsibility, bioethanol made of cassava