EKSPRESI HSA-MIR-155-5P DAN mRNA HYPOXIA INDUCIBLE FACTOR ALPHA (HIF1A) PADA PLASMA DARAH PASIEN KANKER OVARIUM STADIUM AWAL DAN STADIUM LANJUT
SITI NUR CHASANAH, Prof. dr. Sofia Mubarika H., M.Med.Sc, Ph.D; Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, SpB (K) Onk.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan BiomedisKanker ovarium adalah salah satu keganasan ginekologis yang mematikan dan masih menjadi permasalahan kesehatan diseluruh dunia termasuk Indonesia. Kanker ovarium ditemukan pada organ reproduksi wanita dan menempati urutan kedua paling banyak ditemukan setelah kanker serviks. Proses karsinogenesis pada kanker ovarium melibatkan regulasi tingkat molekular, salah satunya adalah mikroRNA. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa disregulasi Hsa - miR - 155 - 5p terjadi pada berbagai kanker. Beberapa penelitian melaporkan adanya peningkatan ekspresi Hsa - miR - 155 - 5p pada beberapa kanker, namun ada juga laporan penurunan ekspresi Hsa - miR - 155 - 5p pada kanker lain. Namun belum ada laporan tentang ekspresi Hsa - miR - 155 - 5p pada plasma kanker ovarium stadium awal dan stadium lanjut. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa kanker sering berada dalam kondisi hypoxia. Pada penelitian insilico yang telah dilakukan, diketahui bahwa Hsa - miR - 155 - 5p menarget mRNA HIF1A yang merupakan regulator gen pada kondisi hypoxia. HIF1A terlibat dalam berbagai hallmark kanker diantaranya berperan dalam Warburg effect dan sebagai faktor transkripsi gen yang terlibat dalam angiogenesis dan metastasis. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan ekspresi Hsa - miR - 155 - 5p dan mRNA HIF1A pada plasma penderita kanker ovarium stadium awal dengan stadium lanjut. Hsa - miR - 155 - 5p dan mRNA HIF1A diisolasi dari sampel plasma darah pasien kanker ovarium dengan menggunakan miRCURY RNA isolation Kit-Biofluid. Sintesis cDNA Hsa - miR - 155 - 5p dilakukan dengan menggunakan kit Universal cDNA synthesis kit ll, 8 - 64 rxns dan mesin thermal cycler PCR (Biorad c 1000) dan qRT - PCR dengan mesin Real-time qPCR (Biorad CFX 96). Sedangkan untuk mRNA HIF1A dilakukan One-step qRT - PCR dengan kit KAPA TM SYBR. Hasil qRT - PCR dianalisis dengan menggunakan Biorad CFX Manager TM Software. Hasil qRT - PCR yang dianalisis dengan Biorad CFX ManagerTM Software menunjukkan bahwa ekspresi Hsa - miR - 155 - 5p lebih rendah 2.18 kali (p value = 0.018 * ) pada plasma stadium lanjut kanker ovarium dibandingkan dengan stadium awal, perbedaan tersebut secara statistik signifikan (p value <= 0,05 * ). sedangkan ekspresi mRNA HIF1A lebih tinggi 2.46 kali (p value = 0.039 * ) pada plasma stadium lanjut kanker ovarium dibandingkan dengan stadium awal, perbedaan tersebut secara statistik signifikan (p value >= 0,05 * ). Penelitian ini telah berhasil membuktikan bahwa Hsa - miR - 155 - 5p mengalami downregulasi dan diikuti dengan upregulasi ekspresi mRNA HIF1A pada stadium lanjut kanker ovarium dibandingkan pada stadium awal.
Background: Ovarian cancer has the problem turned out to be the greatest and almost half the death rate of mortality throughout gynecological malignancy. Ovarian cancer is found in the female reproductive organs and the second most common cancer after cervical cancer. The process of carcinogenesis of ovarian cancer occurs at the molecular level, regulated by microRNA. At in silico research that has been done, it is known that microRNA - 155 (miR - 155) targeted mRNA HIF1A which is the regulator genes in hypoxia conditions. HIF1A involved in various cancer hallmarks, where some of them have roles in Warburg effect and also as genetical transcription factors in angiogenesis. Regulation of miR - 155 and mRNA HIF1A believed to be involved in the process of ovarian cancer progression and thus potentially as minimally invasive biomarker for prognosis. Objective: The aim of this study is to determine whether there are differences in the expression of miR - 155 and mRNA HIF1A in plasma ovarian cancer patients at the early stage compared with the advanced stage. Methods: The samples using blood plasma from ovarian cancer patients RSUP Dr. Sardjito with 32 ovarian cancer patients early stages and 20 ovarian cancer patients advanced stages. Total RNA was isolated from blood plasma samples of ovarian cancer patients. cDNA synthesis from total RNA was performed to obtain cDNA. The expression of miR - 155 and HIF1A were calculated using qPCR. qPCR results were analyzed using Biorad CFX Manager Software. Result: The analysis showed that the expression of miR - 155 were 2,18 times lower (p - value = 0,018 * ) in the plasma of advanced stage ovarian cancer compared with early stage, the differences were statistically significant (p value <= 0,05). Whereas the mRNA expression HIF1A were 2,46 times higher (p - value = 0,039 * ) in the plasma of advanced stage ovarian cancer compared with early stage, the differences were statistically significant (p value <= 0,05). Conclusion: This study has proved that miR - 155 expression is downregulated and followed by upregulation of mRNA expression HIF1A at an advanced stage ovarian cancer compared with early stage.
Kata Kunci : Plasma, stadium kanker ovarium, Hsa-miR-155-5p, mRNA HIF1A; Plasma, stage ovarian cancer, microRNA-155, mRNA HIF1A