HUBUNGAN KADAR BRAIN DERIVED NEUROTROPIC FACTOR (BDNF)SERUM DENGAN DERAJAT NEUROPATI DIABETIKA
AAD RAHMAWATI NORIIN, dr. Indarwati Setyaningsih, SpS(K).; Dr. dr. Ahmad Asmedi, M.Kes. SpS(K)
2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT SYARAFNeuropati diabetika (ND) adalah komplikasi paling sering dari diabetes melitus yang intractable dan belum ditemukan terapi yang adekuat, sehingga mempengaruhi kualitas hidup. Defisiensi faktor pertumbuhan BDNF diduga berperan pada patogenesis ND, sehingga pemberian BDNF diharapkan memperbaiki ND. Diperlukan suatu penelitian yang dapat membantu memahami peran BDNF pada ND. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan antara penurunan kadar BDNF serum dengan derajat ND berdasarkan skor Neuropathy Deficits Score (NDS) dan parameter elektrodiagnostik . Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional, dengan subjek penelitian pasien DM yang melakukan pemeriksaan elektroneuromiografi di Poliklinik Elektromedik Terpadu RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Derajat ND ditentukan berdasarkan skor NDS. Kadar BDNF serum diperiksa dengan kit reagen BDNF manusia ELISA produk Abnova. Analisis statistik menggunakan uji korelasi (Pearson dan Spearman)untuk menilai kemaknaan hubungan, dan uji komparatif (uji t dan ANOVA)untuk mengukur kemaknaan perbandingan antar variabel. Nilai p <0,05 dianggap bermakna. Jumlah subjek penelitian sebanyak 36 orang, dengan sebagian besar mengalami ND derajat ringan dan sedang. Hasil analisis statistik didapatkan hubungan yang bermakna antara kadar BDNF serum dengan: skor NDS (p =<0,001; r =-0,67), amplitudo distal saraf tibialis (p =<0,001; r =-0,6), latensi distal saraf tibialis (p =<0,001; r =-0,66). Didapatkan kecenderungan rerata kadar BDNFserum yang makin menurun sesuai dengan derajat ND. Hasil analisis multivariat didapatkan bahwa kadar BDNF serum berhubungan signifikan dengan skor NDS (p =<0,001), amplitudo distal saraf tibialis (p =<0,001), dan latensi distal saraf tibialis (p =0,001)dibandingkan variabel lain. Penurunan kadar BDNF serum berhubungan dengan derajat ND, semakin rendah kadar BDNF serum semakin berat derajat ND. Hasil ini dapat meningkatkan pengetahuan klinisi mengenai peran BDNF pada ND, sehingga dapat menjadi dasar pemanfaatan growth factor untuk terapi ND.
Diabetic peripheral neuropathy (DPN) is the most diabetes mellitus (DM) complications. It is intractable. Therapy of DPN is not yet adequate, had impact for quality of lifes DPN patients. Deficiency of Brain-derived Neurotrophic Factor (BDNF)serum level in DM maybe has a role in DPN pathogenesis, so the use of BDNF hopefully can prevent DPN. We need study to know more about BDNFs role in DPN. The goal of this study is to prove correlation of BDNF serum level decrement and DPN severity according Neuropathy Deficits Score (NDS) and electrodiagnostic parameters. We used a cross- sectional design, subject of study was DM patients that did electroneuromyography (ENMG)examination in Electromedic Policlinic RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta. Subject that suitable for inclusion and exclusion criteria ND ditentukan berdasarkan skor NDS. The BDNF serum levelchecked with human ELISA ABNOVA reagen kit. Statistic analysis use correlation test (Pearson and Spearman)to measure significancy, and comparative test (t test and ANOVA)to measure comparations significancy between variabels. p <0,05 is significant. Total subject were 36, almost had mild and moderate DPN severity. Analytical results were there is significant correlation of BDNF level serum and DPN severity. Multivariate analysis results were BDNF level serum significantly with NDS (p =<0,001), distal amplitude nervus tibialis (p =<0,001), and distal latency nervus tibialis (p =0,001)comparing with another variables. Decrement of BDNF serum level significantly correlate with DPN severity, lower BDNF level increase DPN severity. This results can work up clinical knowledge about role BDNF to DPN, so we can use growth factors as DPN therapy.
Kata Kunci : Diabetes mellitus, BDNF serum level, peripheral neuropathy diabetika