KAJIAN RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA BANGSAL ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR
SITI FATIMAH, Ika Puspita Sari, M.Si., Ph.D., Apt. ; dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Sp.MK., Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPenyakit infeksi merupakan penyakit dengan tingkat kejadian yang tinggi. Pada penelitian kualitas penggunaan antibiotik di berbagai bagian rumah sakit ditemukan 30% sampai dengan 80% tidak didasarkan pada indikasi. Resistensi antibiotik merupakan dampak dari ketidaktepatan penggunaan antibiotik yang dapat meningkatkan angka morbiditas, mortalitas, dan biaya kesehatan. Keberhasilan terapi antibiotik dipengaruhi oleh ketepatan indikasi, ketepatan jenis antibiotik, ketepatan pasien, ketepatan dosis, cara dan lama pemberian. Penting untuk menggunakan antibiotik secara bijak, oleh karena itu perlu dilakukan kajian penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien di bangsal anak RSUD Karanganyar dan untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran terapi pasien. Penelitian ini merupakan penelitian cohort dengan pengambilan data secara retrospektif. Data diambil dari rekam medik pasien rawat inap bangsal anak RSUD Karanganyar periode 1 Januari - 30 Juni 2015. Subyek penelitian semua pasien anak yang terdiagnosa infeksi oleh bakteri dan diresepkan antibiotik oleh dokter periode 1 Januari � 30 Juni 2015. Kriteria inklusi meliputi pasien rawat inap bangsal anak RSUD Karanganyar, pasien anak usia > 0 tahun sampai dengan 18 tahun, pasien terdiagnosa infeksi oleh bakteri dan pasien tercatat dalam data rekam medik lengkap. Kriteria eksklusi meliputi : pasien dengan lama rawat < 48 jam dan pasien dengan kondisi immunocompromise. Analisis rasionalitas penggunaan antibiotik menggunakan kriteria Gyssens. Guidelines kerasionalan antibiotik menggunakan Pedoman Pelayanan Medis (IDAI, 2009), Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit (WHO Indonesia, 2009), dan Drug Information Handbook 23th Edition (Lexicomp, 2014). Jumlah pasien pada penelitian ini adalah 102 pasien. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik berdasar kriteria Gyssens diperoleh penggunaan antibiotik rasional pada 28 pasien (27,45%) dan penggunaan antibiotik tidak rasional pada 74 pasien (72,55%). Ketidakrasionalan penggunaan antibiotik terdiri dari kategori IVA (ada antibiotik lain yang lebih efektif) sebanyak 9 pasien (8,82%), kategori IVD (ada antibiotik lain dengan spektrum yang lebih sempit) sebanyak 5 pasien (4,90%), kategori IIA (dosis tidak tepat) sebanyak 46 pasien (45,10%) dan kategori IIB (interval tidak tepat) sebanyak 14 pasien (13,73%). Hasil analisis luaran terapi pasien adalah membaik pada penggunaan antibiotik yang rasional dan tidak rasional. Kata kunci : rasionalitas, antibiotik, Gyssens
Infectious disease is a disease with a high incidence. In the research quality of antibiotic use in various parts of the hospital found 30% to 80% is not based on any indication. Antibiotic resistance is a result of the uses of antibiotics can increase morbidity, mortality, and healthcare costs. The success of antibiotic therapy is influenced by the accuracy of indication, the accuracy of antibiotics, patient precision, accuracy of dose, method and duration of administration. It is important to use antibiotics wisely, therefore it is necessary to study the use of antibiotics. This study aims to describe the rationality of antibiotic use in patients in pediatric ward Rumah Sakit Umum Daerah Karanganyar and to determine the relationship between the use of antibiotics and patient�s clinical outcomes. This study is a cohort study with retrospective data collection. Data retrieved from patient records inpatient hospital pediatric ward RSUD Karanganyar the period January 1 to June 30, 2015. The subject of the study all pediatric patients diagnosed with infection by bacteria and antibiotics prescribed by doctors the period January 1 to June 30, 2015. The inclusion criteria include inpatient hospital pediatric ward RSUD Karanganyar, pediatric patients age> 0 years to 18 years, patients diagnosed with infection by bacteria and is recorded in the patient's complete medical record. Exclusion criteria included: patients with a length of <48 hours and patients with conditions immunocompromise. Analysis of the rationality of the use of antibiotics use Gyssens criteria. Guidelines used are Pedoman Pelayanan Medis (IDAI, 2009), Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit (WHO Indonesia, 2009), dan Drug Information Handbook 23th Edition (Lexicomp, 2014). The number of patients in this study were 102 patients. The results of the evaluation of the use of antibiotics based on Gyssens criteria are rational antibiotic use in 28 patients (27.45%) and the irrational use of antibiotics in 74 patients (72.55%). Irrational use of antibiotics consisting of IVA category (there are other more effective antibiotics) of 9 patients (8.82%), IVD categories (there are other antibiotics with a more narrow spectrum) of 5 patients (4.90%), category IIA (incorrect dosage) of 46 patients (45.10%) and the category IIB (not appropriate intervals) of 14 patients (13.73%). The results of the analysis of patient treatment outcomes are improved in the use of antibiotics rational and irrational. Keywords: Rationality, Antibiotics, Gyssens
Kata Kunci : Rasionalitas, Antibiotik