Laporkan Masalah

Pengaruh Program "Remaja Bijak" terhadap Kecenderungan Perilaku Agresif Remaja

REIKA KUSUMA W, Maria Goretti Adiyanti, Dr., M.S., Psikolog

2016 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Salah satu problem perilaku yang banyak terjadi di kalangan anak usia sekolah termasuk remaja adalah agresi. Agresi tersebut bahkan mencapai bentuk yang sangat berbahaya yaitu bullying dan kekerasan (violence). Hasil-hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara kecerdasan emosi dengan perilaku agresif. Individu dengan kecerdasan emosi yang tinggi diketahui memiliki level agresivitas yang lebih rendah dibanding individu dengan kecerdasan emosi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan kecerdasan emosi melalui Program Remaja Bijak terhadap kecenderungan perilaku agresif remaja. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi dan hipotesis diuji menggunakan uji Mann Whitney. Sebanyak 20 siswa kelas 8 sekolah menengah pertama dilibatkan sebagai subjek penelitian dan dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing terdiri dari 10 orang. Setelah diberi perlakuan, kelompok eksperimen menunjukkan penurunan kecenderungan perilaku agresif yang sangat signifikan dibandingkan kelompok kontrol dengan nilai Z= -2,798; p<0,01.

Aggression is marked as one of major behavioral problems among children in school age including adolescents. In fact, it emerges in advanced form as violence and bullying. Previous studies showed some significant result that aggression is negatively related to emotional intelligence. Individuals with high emotional intelligence are more likely less aggressive than those with low emotional intelligence level. This research aimed to examine the effect of emotional intelligence enhancement on aggression in adolescents that is cultivated through Remaja Bijak program. This program was conducted in six meetings using quasi experimental design. Mann Whitney test was used to analyze the hypotheses. Twenty 8th graders involved in this experiment and they were divided equally into two groups, experimental and control group. After treatment, experimental group showed significantly greater reduction in tendency of aggressive behavior with Z= -2,798; p<0,01.

Kata Kunci : intervensi, perilaku agresif, kecerdasan emosi, keterampilan sosioemosional

  1. S2-2016-356507-abstract.pdf  
  2. S2-2016-356507-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-356507-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-356507-title.pdf