LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK BERAT
SARAH BUNTUBATU, dr. Sumadiono, SpA(K).; Dr.dr. Sri Mulatsih, SpA(K).
2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU KESEHATAN ANAKLatar belakang: Manifestasi klinis lupus eritematosus sistemik (LES)sangat bervariasi dengan perjalanan penyakit yang sulit diduga, membutuhkan pengobatan jangka panjang dan mempunyai morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Tujuan: Melakukan pemantauan dan manajemen secara komprehensif pada pasien LES dengan nefritis dan AIHA. Metode: Pemantauan dengan metode obserasional time series disertai dengan intervensi dilakukan selama 18 bulan sejak diambil sebagai kasus kemudian dilakukan analisis dan pembahasan terhadap hasil variabel yang diamati. Hasil: Selama pengamatan periode Februari 2014 - Agustus 2015 setelah pasien mendapat terapi sesuai protokol Nefritis LES pasien tidak mengalami kekambuhan dan kerusakan organ, efek samping terapi minimal. Status gizi, kualitas hidup, dan aspek psikososial menjadi lebih baik bila dibandingkan awal masa pemantauan, serta tidak terjadi rehospitalisasi pada pasien. Kesimpulan: Pengelolaan pasien LES memerlukan pendekatan holistik, komprehensif, dan berkelanjutan sehingga tidak terjadi kekambuhan, kerusakan organ, dan mempunyai kualitas hidup yang maksimal.
Background: The clinical manifestations of systemic lupus erythematosus (SLE) varies widely with the unpredictable course of the disease, requiring long-term treatment and have high morbidity and mortality. Aim: Conduct a comprehensive monitoring and management SLE patients with nephritis and AIHA. Methods: Monitoring method observasional time series is accompanied by interventions carried out for 18 months since being taken as the case then do the analysis and discussion of the results observed variables. Results: During the observation period February 2014 - August 2015 after the patient received the appropriate treatment protocol of SLE Nephritis patients do not experience flare and organ damage, adverse effects of treatment are minimal. Nutritional status, quality of life and psychosocial aspects to be better than the beginning of the monitoring period, and does not occur rehospitalisation in patients. Conclusion: The management of SLE patients requires a holistic approach, comprehensive, and sustained so there is no recurrence, and has a optimum quality of life.
Kata Kunci : systemic lupus erythematosus, SLE nephritis, AIHA