Laporkan Masalah

HUBUNGAN HIPERURISEMIA DENGAN DISFUNGSI EREKSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RSU BETHESDA LEMPUYANGWANGI YOGYAKARTA

JANSJE HENNY VERA TICOALU, Dr.rer.nat. dr. B. J. Istiti Kandarina; Dr. dr. Dicky Moch. Rizal, M.Kes, Sp.And

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia adalah hipertensi. Penderita hipertensi rentan mengalami disfungsi ereksi terutama melalui faktor vaskulogenik. Berkaitan dengan hal ini, kadar asam urat seseorang dapat menjadi salah satu penanda potensial untuk memprediksi kejadian disfungsi ereksi, karena telah diketahui bahwa hiperurisemia berkaitan dengan disfungsi endotel, penyakit mikrovaskular, dan hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hiperurisemia dengan disfungsi ereksi pada penderita hipertensi di RSU Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah 88 pasien hipertensi, berjenis kelamin laki-laki, berusia minimal 18 tahun, yang sedang menjalani rawat jalan di RSU Bethesda Lempuyangwangi. Hiperurisemia diukur menggunakan metode enzimatik uricase, sedangkan disfungsi ereksi diukur menggunakan formulir IIEF-5. Hasil: Variabel yang memiliki hubungan bermakna terhadap disfungsi ereksi adalah hiperurisemia (OR=3,89; CI 95% 1,08-15,7; p=0,017), tekanan darah (OR=6,84; CI 95% 2,35-20,6; p<0,001), dan usia (p<0,001). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang mempengaruhi kejadian disfungsi ereksi adalah hiperurisemia, usia, dan tekanan darah, dengan nilai kalibrasi yang baik (p=0,167) dan tingkat diskriminatif yang baik (0,8604). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara hiperurisemia dengan disfungsi ereksi pada penderita hipertensi di RSU Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta.

Background: Hypertension is now a major non-communicable disease in Indonesia and worldwide. Hypertension patients are susceptible to erectile dysfunction, especially through vasculogenic pathway. In this setting, uric acid level could be a promising biomarker to predict erectile dysfunction occurance because we already know that hyperuricemia is related to endothelial dysfunction, microvascular disease, and hypertension. Objective: To identify the relationship between hyperuricemia and erectile dysfunction on hypertension patients in Bethesda Lempuyangwangi Hospital Yogyakarta. Method: This is an observational study with cross-sectional design. The subjects are 88 hypertension patients, male, at least 18 years old, and registered as outpatient in Bethesda Lempuyangwangi Hospital Yogyakarta. Hyperuricemia is measured using uricase method, and erectile dysfunction is measured using IIEF-5 form. Results: Variables with significant relationship to erectile dysfunction are hyperuricemia (OR=3,89; CI 95% 1,08-15,7; p=0,017), blood pressure (OR=6,84; CI 95% 2,35-20,6; p<0,001), and age (p<0,001). Logistic regression shows that hyperuricemia, age, and blood pressure are simultaneously affecting erectile dysfunction occurance, with good calibration (p=0,167) and discriminative level (0,8604). Conclusion: There is significant relationship between hyperuricemia and erectile dysfunction on hypertension patients in Bethesda Lempuyangwangi Hospital Yogyakarta.

Kata Kunci : disfungsi ereksi, hiperurisemia, hipertensi, asam urat, erectile dysfunction, hyperuricemia, hypertension, uric acid

  1. S2-2016-350889-abstract.pdf  
  2. S2-2016-350889-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-350889-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-350889-title.pdf