TESIS - Novi Kartika Sari (12/338854/PKU/13201)HALAMAN JUDUL FAKTOR RISIKO GANGGUAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DI INDONESIA (Analisis Data Riskesdas Tahun 2013)
NOVI KARTIKA SARI, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K)., Ph.; drg. Th. Baning Rahayujati, M.Kes.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Hipertensi dalam kehamilan (HDK) merupakan kelainan vaskular yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada masa nifas. Lebih dari 30% kematian maternal di Indonesia disebabkan oleh HDK. HDK merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal, fetal dan neonatal. Gambaran etiologi HDK masih belum jelas, sehingga kelainan ini sering dikenal the diseases of theory. Upaya dini untuk mengidentifikasi hipertensi dalam kehamilan dapat dilakukan dengan mengetahui faktor risiko hipertensi baik yang dapat diubah (modifiable)yaitu perilaku sehat & yang tidak bisa diubah (nonmodifiable)seperti faktor risiko yang melekat pada ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor risiko gangguan hipertensi dalam kehamilan di Indonesia. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling dan berasal dari 447 kabupaten dan 33 propinsi di Indonesia. Subjek penelitian adalah seluruh ibu hamil yang menjadi sampel Riskesdas tahun 2013 yang berusia 15-54 tahun dengan jumlah 9.024 ibu hamil. Chi-square dan binomial regression digunakan untuk menghitung pengaruh faktor risiko HDK dengan melihat nilai rasio prevalensi (RP). Hasil : Prevalensi hipertensi ibu hamil sebesar 6,18% (558 orang)dengan jumlah hipertensi paling banyak di Propinsi Jawa Barat yaitu 59 ibu hamil (9,04%). Setelah disesuaikan dengan variabel yang berpotensi sebagai confounder (tingkat pendidikan, umur ibu dan paritas), overweight dan hipertensi kronik berhubungan dengan HDK, yaitu RP:2,13 (95%CI=1,80-2,51) pada overweight dan RP:4,36 (95%CI=3,61-5,26) pada hipertensi kronik. Penggunaan alat kontrasepsi bukan merupakan faktor risiko HDK di Indonesia. Kesimpulan : Overweight dan hipertensi kronik merupakan faktor risiko kejadian gangguan hipertensi dalam kehamilan di Indonesia. Ibu hamil diharapkan dapat menjaga tekanan darah dan berat badan ideal yang dianjurkan pada masa kehamilan melalui cara lebih sering melakukan ANC sehingga bisa dilakukan pengawasan serta pemantauan terhadap perkembangan kehamilan serta faktorfaktor risiko yang terus berubah selama kehamilan.
Background : Hypertensive disorders within pregnancy (HDP) is a vascular abnormality that occurs before pregnancy or arising in pregnancy or during childbirth. More than 30% of maternal deaths in Indonesia are caused by HDP. HDP is a major cause of morbidity and mortality maternal, fetal and neonatal. Overview of HDP etiology remains unclear, so it is often known as the diseases of theory. Early attempts to identify hypertension within pregnancy can be performed by understanding any risk factors for both of which can be modified such as healthy behaviors and can not be modified such as mothers inherent factors. This study aims to assess risk factors of hypertensive disorders within pregnancy in Indonesia. Methods: This study was observational analytic study with cross-sectional design. Sample was picked by consecutive sampling technique and was derived from the whole of 447 districts and 33 provinces in Indonesia. The subjects were 9.024 pregnant women age 15-54 years who have been participated in Indonesia National Basic Health Survey (Riskesdas)in 2013. Chi-square and binomial regression performed risk factors with Ratio Prevalence (RP) of HDP. Results: Prevalence rate of hypertension among pregnant women in Indonesia was 6,18% (558 women) with the highest case occurred in West Java Province as 9,04% (59 women). After adjusting for potential confounders (education, maternal age and parity), overweight and chronic hypertension were associated with HDP, prevalence ratio of overweight was 2,13 (CI95%=1,80-2,51)and chronic hypertension was 4,36 (CI95%=3,61-5,26). Contraception utilization was not a risk factor for hypertensive disorders within pregnancy in Indonesia. Conclusion: Overweight and chronic hypertension agreed to be risk factors of hypertensive disorders within pregnancy in Indonesia. Women with pregnancy were considered to maintain ideal blood pressure and weight by doing ANC control, so that any supervising and monitoring can be conducted toward pregnancy development and also fluctuated risk factor during pregnancy.
Kata Kunci : Hypertension, pregnancy, basic health survey, Indonesia, Cross Sectional