PERAN KADER POSYANDU BALITA DALAM MEMBERDAYAKAN MASAYARAKAT MELALUI PELAKSANAAN POSYANDU BALITA DI KELURAHAN KAWAL KECAMATAN GUNUNG KIJANG KABUPATEN BINTAN
FINO SUSANTO, dr. Mora Claramita, MHPE, Ph.D.; DR. Sri Handayani, S.Kep. Ns. M.Kes.
2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Program kesehatan dunia menekankan potensi kader kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan pada masyarakat. Kader kesehatan sebagai komponen integral dari tenaga kerja kesehatan yang dibutuhkan untuk perkembangan di bidang kesehatan terkait dengan pencapaian tujuan pembangunan (MDGs) yang dirasa mampu untuk mencapai targetnya. Kader kesehatan juga mampu menyediakan berbagai layanan dan memainkan sejumlah peran. Mereka membantu individu dan masyarakat dalam mengadopsi perilaku gaya hidup sehat. Perkembangan dan peningkatan mutu pelayanan posyandu sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakat, di antaranya adalah kader. Fungsi kader terhadap posyandu sangat besar, yaitu mulai dari tahap perintisan posyandu, penghubung dengan lembaga yang menunjang penyelenggaraan posyandu, sebagai perencana pelaksana dan sebagai pembina penyuluh untuk memotivasi masyarakat yang berperan serta dalam kegiatan posyandu. Pada tahun 2014, jumlah posyandu yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia sekitar 330.000 posyandu, namun hanya 50% balita yang memanfaatkan fasilitas posyandu tersebut. Tujuan: Mengetahui peran kader posyandu dalam memberdayakan dan memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan di Kelurahan Kawal Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus dan teknik sampling purposive sampling, terhadap kader posyandu, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD). Peneliti juga melakukan triangulasi sumber dan metode. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa: 1)Peran kader posyandu balita dalam memberdayakan masayarakat adalah sebagai motivator kesehatan, penyuluh kesehatan dan pelayanan kesehatan; 2)Kader mampu mengidentifikasi kebutuhan dan hambatan dalam memberikan pelayanan kesehatan dan mampu melakukan koordinasi kepada tokoh masyarakat serta pemerintah; 3)Kader mampu sebagai pendamping masyarakat untuk memperoleh sistem pelayanan kesehatan, dengan menyelesaikan konflik-konflik yang muncul. Kesimpulan: 1)Kader posyandu mampu melakukan perannya dalam memberdayakan masyarakat dikarenakan kader memiliki semangat sosial tinggi yang dibentuk oleh kombinasi motivasi internal dan eksternal, sumber daya dan potensi serta pengalaman mengembangkan kemampuan; 2)Semangat sosial mampu menginspirasi, mengantusiasi, mengaktivasi, menstimulasi, menggerakkan dan memotivasi masyarakat; 3)Kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi yang dimiliki kader, mampu memudahkan kader untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak asasi dalam pelayanan kesehatan.
Background: The world health program emphasize to the potential of health volunteers to improve the communitys health level as an integral component of the health workforce wich needed to health development -related of the millenium development goals (MDGs) target, were deemed able to achieve it is goals. Health workers are also able to provide a variety of services and plays a number of roles. They assist individuals and communities to adopt the health lifestyle behaviors. Development and increased the quality of posyandu services strongly influenced by public participation which are cadres were included into it. posyandu cadres function against very large ranging from the pioneering phase posyandu, liaison with institutions that support the implementation of the posyandu, as planners and implementers, as a elder to motivate people who participate in the activities of posyandu. In 2014, the number of posyandu wich scattered in 33 provinces in Indonesia is about 330,000 posyandu, but only about 50% of infants used this facilities. Objective: To find out the posyandu cadress functions in empowering and providing assistance to people in health care system in Kawal Village, at Gunung Kijang distric, of Bintan regency. Methods: This study used a qualitative method with case study design and purposive sampling technique, the posyandu cadress, data collected by in-depth interviews and focus group discussion ( FGD ) method. Researchers also did a triangulation of sources and methods. Results: The research founds : 1) The functions of toddlers posyandu cadres in empowering the community is as a motivator of health, health educator and health service; 2) The cadres be able to identify the needs and constraints on providing health services and be able to coordinates to the communities leader and government; 3) Cadres be able to accompany people to get the health care system, to solve conflicts that arised in community. Conclusions: 1)Posyandu cadres are capable to run their functions in empowering the community because cadres have high social spirit formed by a combination of internal and external motivations, resources and potential and experience developing ability; 2) Social spirit can inspire, to enthusiastic, activate, stimulate, mobilize and motivate people; 3) Communicate and negotiate ability of cadres be able to facilitate the cadres to provide assistance of people to fight for their health care as a human rights.
Kata Kunci : community development , the role of posyandu cadres , posyandu, servivces